ZONAUTARA.com – Semangat kemerdekaan berkobar di Lapangan Parkir Mega Mall Manado pada Minggu, 17 Agustus 2025. Ratusan warga antusias menyaksikan pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk penyajian 3.000 bungkus nasi kuning woka, hidangan khas Sulawesi Utara yang dibungkus daun woka.
Acara ini menjadi bagian dari Festival Kuliner Kemerdekaan (FKK) yang diselenggarakan Bank Indonesia dalam rangka memeriahkan Pekan QRIS Nasional 2025.Â
Festival yang menampilkan sekitar 35 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menyajikan beragam panganan Nusantara, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Namun, sorotan utama tertuju pada prosesi pemecahan rekor MURI Nasi Kuning Woka.
Aroma harum nasi kuning yang dibungkus daun woka memenuhi udara, menggugah selera para pengunjung yang hadir.
Lutvi Syah Pradana, Customer Relations Manager MURI, menjelaskan alasan di balik pemberian rekor ini.
“MURI melihat bahwa nasi kuning yang dibalut dengan daun woka adalah keunikan yang tidak dimiliki oleh daerah lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Kami mengapresiasi ide dan gagasan ini, maka dari MURI bersedia untuk datang ke Manado.”
Pemecahan rekor ini bukan hanya sekadar ajang seremonial, tetapi juga bentuk rekognisi terhadap kekayaan kuliner dan nilai budaya yang terkandung dalam Nasi Kuning Woka.
Hidangan ini bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga warisan leluhur yang patut dilestarikan dan dibanggakan.
Bank Indonesia melalui FKK, berupaya mengangkat potensi UMKM kuliner lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Manado kepada masyarakat luas.

Acara ini juga didukung oleh beberapa sponsor ternama seperti Dana Paint, Le Minerale dan Teh Pucuk Harum. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen terhadap pengembangan UMKM dan pelestarian budaya daerah.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan FKK dapat menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan, memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan pelestarian warisan budaya.
Antusiasme warga Manado terhadap acara ini menunjukkan kecintaan mereka terhadap kuliner lokal dan semangat nasionalisme yang tinggi.
Pemecahan rekor MURI Nasi Kuning Woka menjadi momentum penting untuk terus mengembangkan potensi kuliner daerah dan memperkenalkannya ke tingkat nasional maupun internasional.


