Kisah Anis: 40 tahun mengabdi sebagai cleaning service di Kantor Gubernur Sulut

Anis adalah potret kesetiaan. Sekujur tubuhnya adalah kanvas lukis berisi keberanian menghidupi kehidupan.

Penulis: Indra Umbola
Editor: Redaktur
Anis, salah seorang cleaning service di Kantor Gubernur Sulut (Foto: Zonautara.com/Indra Umbola)

ZONAUTARA.com—Pria sepuh itu akrab disapa Anis. Rambutnya telah memutih sebagian. Wajahnya penuh gurat kehidupan.

Kesehariannya adalah sebagai cleaning service di Kantor Gubernur Sulawesi Utara (Sulut). Ia telah ada di sana setidaknya lebih dari 40 tahun terakhir.

Pemimpin silih berganti, Anis tak lekang oleh waktu. Ia melewati hari-hari dengan rela dan ikhlas. Tubuhnya adalah bagian dari perjalanan dan pergulatan di kantor orang nomor satu Sulut.

Ingatannya tak mampu lagi memastikan kapan tepatnya ia mulai bekerja di sana. Yang ia ingat, dirinya menggeluti profesi itu pada saat Gubernur Gustaf Hendrik Mantik menjabat tahun 1980-1985.

“Saya sudah bekerja sejak Kantor Gubernur Sulut masih di depan Korem (131/Santiago) tahun 1980-an,” ucap Anis sembari mengingat-ngingat.




Ia berkisah, sekitar tahun 2005 hingga Desember 2024, ia sempat terdaftar sebagai tenaga honorer di Biro Umum. Meski begitu, kesehariannya tak jauh dari kegiatan bersih-bersih.

“Sewaktu jadi honorer, saya tetap ikut bersih-bersih. Setelah bersih-bersih, baru saya melakukan tugas lain, seperti mengantar surat,” ucap pemilik nama lengkap Johanis Waluyan saat ditemui Zonautara.com usai bekerja, Kamis (9/10/2025).

Namun takdir berkata lain. Durasi terdaftar sebagai tenaga honorer tidak serta merta jadi alasan ia bisa diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Profesinya sebagai petugas kebersihan membuatnya harus bekerja lebih awal, bahkan saat mentari belum terbit, dan berhenti lebih larut saat para petinggi serta jajaran tak ada lagi di kantor.

Padatnya rutinitas membuat Anis memilih tinggal di bilik sederhana di sudut Kantor Gubernur Sulut bersama beberapa petugas kebersihan lain.

Pria asal Woloan, Tomohon yang hingga kini belum berkeluarga itu hanya pulang maksimal dua kali dalam sepekan, itu pun saat ibadah. Bukti bahwa Anis boleh saja “lupa” mencari istri namun ia tak lupa akan Tuhan.

“Seminggu palingan dua kali pulang, hari Rabu untuk ibadah kolom dan hari Minggu untuk ibadah di Gereja,” ucap Anis.

Di usianya yang tak lagi muda, Anis belum berencana berhenti total dari pekerjaannya. Ia nampak sangat menikmati waktu meski sempat memutuskan istirahat bekerja pada awal tahun 2025 saat usianya menginjak 60 tahun.

“Tapi sekitar bulan Februari (2025) saya dihubungi untuk bekerja lagi sebagai cleaning service dan saya mengiyakan,” aku Anis.

Menurutnya, masih ada empat orang cleaning service yang telah bekerja sejak tahun 1980-an dan saat ini masih aktif.

“Masih ada empat orang. Untuk saat ini belum ada rencana berhenti,” katanya dengan sorot mata yang tak lagi nyalang.

Anis adalah definisi dedikasi dan loyalitas. Ia tetap bekerja meski dalam kondisi sulit dan tak tersorot kamera sekalipun. Ia tetap setia dengan sapu dan pengki di tangannya meski takdir sering kali seakan bercanda.

Anis adalah potret kesetiaan. Sekujur tubuhnya adalah kanvas lukis berisi keberanian menghidupi kehidupan. Sedang ingatannya adalah mesin waktu yang melintasi zaman. Ia tak hanya singgah, tapi tinggal dan hidup dalam ingatan orang yang pernah mengenalnya.

Follow:
Mengawali karir junalistik di tahun 2019, mulai dari media cetak hingga beberapa media elektronik sebelum akhirnya bergabung dengan Zonautara.com di tahun 2024.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com