Listrik amburadul di Sitaro: Warga mengeluh, Pemerintah bergerak cari solusi

Dalam sebulan terakhir, pemadaman bergilir berlangsung hampir tanpa pola jelas.

Editor: Ronny Adolof Buol
Bupati Sitato, Chyntia Ingrid Kalangit bersama GM PLN UID Sulutenggo dan jajaran.

ZONAUTARA.com — Pemadaman listrik yang nyaris terjadi setiap hari di Pulau Siau dalam sebulan terakhir membuat warga mulai kehilangan kesabaran. Aktivitas rumah tangga hingga usaha kecil lumpuh, sementara sejumlah peralatan elektronik rusak akibat arus listrik yang tidak stabil. Di tengah situasi yang kian dikeluhkan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) akhirnya turun tangan dan melakukan audiensi langsung dengan pihak PT PLN (Persero) untuk mencari solusi konkret.

“Sudah hampir tiap malam mati lampu. Kadang siang juga padam tanpa pemberitahuan. Kulkas rusak, bahan makanan busuk. Kita ini bayar listrik bukan gratis, tapi pelayanannya seperti begini terus,” keluh Junaidi, warga Kecamatan Siau Barat, Sabtu (19/10/2025).

Hal senada disampaikan Mariance, warga lain di kecamatan yang sama. Ia menuturkan, pemadaman bergilir bahkan sering terjadi lebih dari tiga kali dalam sehari.

“Kalau terus begini, bagaimana mau usaha? Mesin es saya rusak karena sering drop tegangan. Ini sudah bukan sekadar tidak nyaman, tapi merugikan,” ujarnya dengan nada kesal.

Kondisi keandalan listrik di Sitaro, terutama di Pulau Siau, memang sudah lama menjadi sorotan publik. Dalam sebulan terakhir, pemadaman bergilir berlangsung hampir tanpa pola jelas. Selain mengganggu kegiatan masyarakat, situasi ini juga berdampak langsung pada pelaku usaha, fasilitas publik, dan pelayanan pemerintah.




Menanggapi situasi tersebut, Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit, pada Sabtu (18/10/2025), melakukan audiensi dengan General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, di Manado. Dalam pertemuan itu, Bupati mendesak agar PLN segera memperbaiki sistem pasokan listrik di Pulau Siau serta menambah jam layanan listrik di Pulau Buhias yang saat ini masih terbatas hanya 12 jam per hari.

Bupati Chyntia menegaskan, pemerintah daerah tidak bisa tinggal diam melihat keresahan masyarakat yang kian meningkat.

“Masalah listrik ini bukan hal sepele. Dampaknya langsung terasa di masyarakat, baik untuk rumah tangga, usaha, hingga layanan publik. Kami minta PLN segera ambil langkah cepat agar pasokan listrik bisa lebih stabil,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, PLN berjanji akan menambah satu unit mesin genset cadangan di Pulau Siau sebagai solusi jangka pendek, sementara kerja sama jangka menengah akan dilakukan melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) antara Pemda dan PLN. Pemerintah daerah akan membantu penyediaan mesin, sedangkan PLN bertanggung jawab terhadap pengoperasian dan pemeliharaan.

Untuk Pulau Buhias, PLN juga akan melakukan survei lapangan guna menyiapkan peningkatan jam layanan hingga 24 jam penuh.

Langkah cepat ini diharapkan menjadi awal dari perbaikan yang selama ini ditunggu-tunggu masyarakat. Namun bagi warga seperti Junaidi dan Mariance janji saja belum cukup. Mereka ingin melihat perubahan nyata di lapangan.

“Kalau memang serius mau perbaiki, kami tunggu buktinya. Jangan cuma rapat-rapat di Manado, tapi di sini tetap mati lampu,” ujar Junaidi menutup percakapan.

 

TAGGED:
Berkarir sebagai jurnalis sejak 2015, memulai di surat kabar Manado Post, lantas ke koran Indo Post. Melanjutkan karir di Kompas TV, dan pada 2023 bergabung dengan Zonautara.com. Telah mengikuti pelatihan cek fakta dan liputan investigasi, serta mengerjakan berbagai fellowship.
1 Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com