ZONAUTARA.com – Kota Kotamobagu sepanjang tahun 2025 diwarnai oleh berbagai insiden darurat yang menuntut respons cepat dari aparat keamanan dan pelayanan publik.
Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) dan Satuan Samapta Polres Kotamobagu menunjukkan kesigapan dalam menangani sebuah kecelakaan lalu lintas tunggal baru-baru ini.
Sementara itu, data dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) menunjukkan adanya 23 kasus kebakaran yang terjadi di wilayah tersebut dari Januari hingga November tahun ini.
Penanganan cepat kecelakaan tunggal di Kopandakan II
Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas tunggal dilaporkan terjadi pada Kamis malam, 20 November 2025, di Jalan Raya Kopandakan II, Kecamatan Kotamobagu Selatan.
Peristiwa tersebut melibatkan sepeda motor Yamaha Mio M3 dengan nomor polisi DB 2379 LH yang kehilangan kendali dan menabrak pagar beton.
Korban, Rahmat Mokodompit (25), seorang warga Desa Poyowa Besar II, segera mendapat pertolongan.
Menurut laporan dari RRI, personel Polres Kotamobagu, baik dari Sat Lantas maupun Sat Samapta, merespons dengan cepat ke lokasi kejadian.
Mereka mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), melakukan penyelidikan awal, serta membantu evakuasi korban ke RSUD Kotamobagu untuk mendapatkan penanganan medis.
Kendaraan yang terlibat kecelakaan juga telah diamankan oleh pihak kepolisian.
Puluhan kasus kebakaran landa Kotamobagu sepanjang 2025
Di sisi lain, Kota Kotamobagu juga menghadapi tantangan serius terkait bahaya kebakaran. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kotamobagu mencatat, hingga bulan November 2025, telah terjadi 23 kasus kebakaran di seluruh wilayah Kotamobagu.
Informasi ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kotamobagu, Erwin Sugeha, seperti dikutip dari Tribunmanado.co.id.
“Sebanyak 23 kasus kebakaran telah ditangani oleh dinas pemadam kebakaran kota Kotamobagu di tahun 2025 ini. Kasus kebakaran tersebut terjadi sejak bulan Januari hingga November 2025,” ungkap Erwin Sugeha, seperti dilaporkan Tribunmanado.co.id.
Berbagai insiden kebakaran ini terjadi sejak awal tahun, menunjukkan frekuensi yang cukup tinggi.
Meskipun penyebab spesifik setiap kasus tidak dirinci, kelalaian manusia seringkali menjadi faktor pemicu utama dalam kejadian kebakaran.
Data ini menyoroti pentingnya kewaspadaan dan upaya pencegahan kebakaran yang lebih intensif di tengah masyarakat.


