ZONAUTARA.com – Kelas pertama penerima fellowship Lapor Iklim X Yayasan pikul dengan melibatkan 21 peserta baik jurnalis maupun Akademisi Sabtu(29/11/2025).
Materi pertama dibawakan oleh Sistanto narasumber dari pusat layanan dan informasi iklim terapan BMKG dengan tajuk iklim saat ini: memanasnya dunia dan melemahnya hidup.
Adapun tujuan fellow sendiri yaitu dukungan terhadap jurnalis akademisi dan CSO dalam peningkatan pemahaman dan keterampilan tentang isu-isu perubahan iklim.
Selain itu, mendorong kesadaran publik melalui laporan-laporan yang dihasilkan peserta yang diharapkan dapat mempepengaruhi kebijakan dan tindakan masyarakat.
Siswanto menjelaskan bahwa perbedaan iklim dan cuaca yaitu terletak pada jangka waktunya, sementara status perubahan iklim global dan indonesia pada 2024 tercatat sebagai tahun terpanas dalam sejarah pencatatan suhu bumi.
Tahun 2024 tahun pertama yang melewati ambang batas 1,5°C, dan pada 10 tahun terakhir (2015-2024) merupakan periode tahunan terpanas yang pernah tercatat dalam sejarah.
Siswanto juga menjelaskan fakta perubahan iklim global dan Indonesia bahwa lautan menyerap lebih dari 90% panas pada sistem iklim akibat pemanasan global.
Seluruh perairan Indonesia menunjukqn trend kenaikan suhu positif(buruk) dengan rata-rata SST: sekitar 0,15-0,30°C perdekade, adapun dengan wilayah pemanasan tertinggi yaitu: Laut Banda, Laut Arafura dan Laut Maluku sekitar Papua.
Sedangkan rata” kenaikan SST global tercatat 0,12-0,25°C perdekade, dengan area trend tertinggi yaitu: Atlantik utara bagian barat, Samudera Hindia barat, dan pasifik tropis timur.
“Pemanasan suhu muka laut ini menyebabkan air laut mengembang secara termal yang berkontibusi pada kenaikan tinggi muka laut,”ungkap Siswanto.


