Pembongkaran Rel Sejarah Sukalila di Cirebon Tuai Kontroversi

Pembongkaran rel bersejarah Sukalila di Cirebon menimbulkan kontroversi meski tidak tercatat sebagai cagar budaya.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Tirto.id

ZONAUTARA.com – Rel dan jembatan kereta api bersejarah di atas Sungai Sukalila, Cirebon, dibongkar pada Kamis (9/4/2026) atas permintaan Pemerintah Kota Cirebon. Pembongkaran ini dilakukan berdasarkan rekomendasi dari Direktorat Jenderal Kereta Api karena kondisi rel dan jembatan yang telah rapuh.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menjelaskan bahwa kekuatan struktural dari jembatan tersebut hanya tinggal 30 persen menurut kajian teknis. Selain itu, ada potensi bahaya dari sambungan pipa gas di bawah rel tersebut. “Itu kan sudah sesuai dengan hasil kajian dari Ditjen KA, mereka juga sudah ke sini bersama dengan tim teknis,” ujar Effendi.

Badan riset independen Cheribon Golden Heritage menyoroti pembongkaran ini. Menurut Endang Kusumasari, objek rel tersebut adalah bukti bahwa Cirebon pernah menjadi jalur ekspor kapas era kolonial. Ia menyayangkan pembongkaran tanpa pertimbangan nilai sejarah.

Vice President Daop 3 Cirebon, Sigit Winarto, menyatakan pihaknya bertanggung jawab untuk mengikuti program pemerintah meski rel ini tidak tercatat sebagai cagar budaya. Ia meminta maaf atas pro-kontra yang muncul akibat pembongkaran ini.

Endang menambahkan bahwa rel Sukalila seharusnya bisa dijadikan monumen sejarah Cirebon, mengingat pentingnya peran kota tersebut sebagai pusat perdagangan dunia di masa lalu. “Saya khawatirnya gini, ketika data hasil riset sudah jadi apa yang kita sudah riset percuma,” tukas Endang.




Diolah dari laporan Tirto.id.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com