ZONAUTARA.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) saat ini tengah menghitung penggelembungan harga atau mark up dalam proyek pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bernilai Rp1,1 triliun. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan bahwa mark up tersebut sudah terjadi sejak pembentukan Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
Syarief menyatakan bahwa “Untuk mark-up-nya, itu sedang kami hitung secara pastinya. Kami bisa menyatakan itu ada mark-up karena pembentukan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) itu dilakukan secara melawan hukum. Jadi secara dikondisikan, tidak seperti riil apa adanya atau tidak normal seperti apa adanya sehingga terdapat pengadaan yang kompetitif ya, sehingga mendapatkan harga yang kompetitif, ini tidak ya, sehingga kami bisa mengatakan itu ada mark-up,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta pada Jumat (12/6).
Lebih lanjut, Syarief menambahkan bahwa penyidikan sementara menemukan HPS untuk satu unit motor listrik dihargai sekitar Rp47 juta. “Kurang lebih sama, hampir sama dengan nilai pengadaan, sekitar Rp40 juta sekian, Rp47 juta kurang lebih ya,” ujarnya. Kejagung masih menyelidiki kemungkinan aliran keuntungan yang diterima oleh mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung.
Dalam kasus ini, Andri Mulyono, Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT) yang menyediakan motor listrik merek Emmo, telah ditetapkan sebagai tersangka. Sebelumnya, Kejagung juga menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, Lodewyk Pusung, dan Asep Yusuf Somantri (AYS) sebagai tersangka.
Syarief mengungkapkan bahwa program MBG seharusnya dikelola oleh yayasan yang terafiliasi dengan sekolah penerima, tetapi dalam pelaksanaannya, banyak SPPG yang dipilih karena memiliki afiliasi dengan petinggi BGN. Yayasan tersebut tidak memenuhi syarat menjadi mitra SPPG. Mark up harga barang menyebabkan kerugian, termasuk pengadaan 21.801 unit motor listrik, 32.000 pasang sepatu, 31.994 unit tablet, serta 5.400 unit televisi 75 inch.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

