ZONAUTARA.com – Pemerintah Indonesia terus berupaya mempercepat swasembada pangan sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan nasional. Berbagai program dilaksanakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, seperti penggunaan teknologi pertanian dan optimalisasi lahan. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan, “Presiden tugaskan kepada kita agar swasembada pangan secepat-cepatnya. Kita siapkan lompatan bersama yang kita buat bersama agar itu terwujud, petani sejahtera, masyarakat tersenyum,” dikutip dari keterangan resminya, Jumat (17/4/2026).
Berbagai inisiatif pemerintah meliputi pengadaan benih unggul, program pompanisasi, serta pembangunan dan revitalisasi infrastruktur irigasi. Transformasi pertanian juga mendapat dorongan melalui mekanisasi dan penerapan teknologi seperti precision agriculture dan smart farming, yang bertujuan meningkatkan efisiensi biaya serta produktivitas. Peningkatan produksi beras nasional mencapai 4,07 juta ton, naik 13,29% pada 2025, dan cadangan beras pemerintah tercatat 4,59 juta ton hingga April 2026, rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Dukungan sektor swasta juga berperan penting, seperti Harita Nickel dengan program Sentra Ketahanan Pangan Obi (SENTANI) yang dimulai sejak 2022. Muhammad Yuda Pranata, CSR Program Development & Compliance Manager Harita Nickel, menjelaskan bahwa SENTANI dirancang sebagai pusat pengembangan pertanian berkelanjutan yang menyediakan bimbingan budidaya, dukungan sarana dan prasarana, serta pembukaan akses pasar bagi petani lokal. “Kami berharap SENTANI dapat menjadi percontohan pertanian berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Petani dari Desa Buton, Pulau Obi, Darwan Aduhasan, mengungkapkan bahwa permintaan terhadap komoditas pertanian masih tinggi. Ia membentuk Kelompok Perintis Kedaulatan Pangan Obi (PELANGI) dan Koperasi Tani Bersatu Milenial untuk mempromosikan pertanian sebagai profesi yang bermartabat. Darwan menyatakan, “Tujuannya adalah mengembalikan citra petani sebagai profesi yang bermartabat, mampu menghidupi keluarga, dan membiayai pendidikan.” PELANGI awalnya beranggotakan 10 orang dan memperoleh program perluasan lahan pertanian hingga 21 Ha.
Darwan menambahkan, “Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada Harita Nickel yang selama ini terlibat aktif dalam program pendampingan petani.” SENTANI melibatkan 30 anggota aktif yang terdiri dari kelompok tani, BUMDes, dan Pemerintah Desa Buton. Inisiatif ini memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara petani dan perusahaan dapat mendukung ketahanan pangan di wilayah lingkar tambang seperti Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

