ZONAUTARA.com – Iran menuntut pembebasan segera kapal dagang Touska beserta awak dan keluarganya yang saat ini disita oleh Amerika Serikat di Teluk Oman. Kementerian Luar Negeri Iran pada Selasa menyatakan keberatan keras dan memperingatkan akan adanya konsekuensi serius akibat tindakan AS yang dianggap ilegal dan kriminal.
Pada Minggu (19/4), Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa mereka telah menangkap kapal berbendera Iran tersebut karena diduga berusaha menembus blokade AS di kawasan tersebut. “Republik Islam Iran, seraya memperingatkan konsekuensi serius dari tindakan ilegal dan kriminal Amerika Serikat, menegaskan perlunya pembebasan segera kapal Iran tersebut, awaknya, dan keluarga mereka,” demikian pernyataan dari Kemlu Iran.
Kementerian Luar Negeri Iran juga mengecam keras kejadian ini, menyebutnya sebagai pembajakan maritim dan pelanggaran terhadap Piagam PBB, prinsip hukum internasional, serta gencatan senjata. Iran juga telah menyatakan akan mengambil langkah yang diperlukan terhadap tindakan AS setelah memastikan keselamatan dari awak kapal.
Sebelumnya, pada akhir Februari, terjadi serangan oleh Amerika Serikat dan Israel di beberapa target Iran yang menyebabkan kerusakan dan korban jiwa. Pada 7 April, AS dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata dua pekan yang kemudian diikuti oleh negosiasi di Islamabad, Pakistan pada 11 April, meski berakhir tanpa hasil. Amerika Serikat kemudian memblokir pelabuhan-pelabuhan Iran dan kini para mediator berupaya mengatur perundingan berikutnya.
Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan bahwa Iran akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan terhadap tindakan pasukan AS ini setelah memastikan keselamatan awak kapal.
Diolah dari laporan Antara.

