ZONAUTARA.com – Mandi wajib atau mandi junub merupakan ritual penting dalam Islam untuk mensucikan diri dari hadas besar, terutama bagi wanita setelah masa haid. Praktik ini harus dilakukan agar seorang Muslimah dapat kembali melaksanakan ibadah seperti salat, puasa, dan membaca Al-Qur’an.
Mandi wajib setelah haid dilakukan untuk menghilangkan hadas besar yang disebabkan oleh menstruasi. Niat mandi wajib perlu dibaca dalam hati sebelum memulai, dengan bacaan dalam bahasa Arab maupun Latin, Nawaitul ghusla liraf‘il ḥadasil akbari minal ḥaidhi lillāhi ta‘ālā, yang berarti, “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haid karena Allah Ta’ala.”
Adapun tata cara mandi wajib antara lain, pertama bersihkan najis atau kotoran yang ada, kemudian sirami kepala hingga ke akar rambut sebanyak tiga kali, serta pastikan air merata ke seluruh tubuh termasuk lipatan kulit. Jika rambut panjang, tidak wajib membuka jika air bisa mencapai akar.
Setelah memastikan air mengalir merata ke seluruh tubuh, mandi wajib dapat meliputi menyempurnakan wudhu di awal atau akhir. Proses ini menjamin tidak ada bagian tubuh yang terlewat untuk tetap suci secara syariat.
Bagi Muslimah, melakukan mandi wajib setelah haid adalah langkah wajib agar bisa kembali melaksanakan ibadah dengan sah dan suci sebagaimana tuntunan agama Islam. Dalam kondisi tertentu seperti puasa di bulan Ramadan, mandi wajib harus dilakukan sebelum waktu salat Subuh dimulai agar puasa sah.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

