Generasi Muda Aceh Didorong Menerapkan Nilai Alam Peudeueng

Sejarawan mendorong generasi muda Aceh untuk menerapkan nilai Alam Peudeueng untuk masa depan yang berdaulat.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Media Indonesia

ZONAUTARA.com – Sejarawan dari Universitas Syiah Kuala (USK), M. Adli Abdullah, mengajak generasi muda Aceh untuk tidak terjebak dalam romantisme masa lalu dengan mentransformasikan nilai sejarah Kesultanan Aceh, khususnya simbol Alam Peudeueng, menjadi energi kinetik dalam membangun masa depan yang berdaulat. Dalam forum diskusi “Alam Peudeueng Sebagai Penjaga Marwah: Mengaktualisasikan Alam Peudeueng di Masa Kini” yang berlangsung di Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (2/5/2026), Adli menekankan pentingnya peran milenial dalam menjaga marwah Aceh menggunakan nilai-nilai sejarah.

“Jangan hanya mengenang kejayaan masa lalu. Jadikan sejarah kesultanan sebagai energi kinetik untuk merancang masa depan Aceh yang berdaulat, adil, dan bermartabat,” tegas Adli. Diskusi yang diinisiasi oleh komunitas Milennial Indonesia Aceh-Jakarta ini membahas kejayaan Kesultanan Aceh dan filosofi Alam Peudeueng, yang merupakan simbol kehormatan kolektif rakyat Aceh. Adli menjelaskan bahwa marwah tidak diwariskan secara otomatis, melainkan harus diperjuangkan dan dihidupkan sesuai tantangan zaman.

Dosen Senior Hukum Adat USK dan Tenaga Ahli Badan Pertanahan Nasional itu menjelaskan lebih lanjut bahwa Alam Peudeueng bukan sekadar helaian kain, tetapi simbol kedaulatan, legitimasi, dan kehormatan. “Kata Alam berasal dari bahasa Arab yang bermakna bendera, dan Peudeeng dalam bahasa Aceh berarti pedang. Warna merah melambangkan keberanian, sementara warna putih pada bulan sabit, bintang, dan pedang mencerminkan karakter suci rakyat Aceh,” ujarnya.

Diskusi ini menghadirkan narasumber seperti tokoh muda Aceh Muhammad Rafsanjani dan anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman alias Haji Uma. Ketua Umum Milennial Indonesia Aceh-Jakarta, Fariski Adwari, menjadi moderator. Melalui diskusi ini, milenial Aceh diharapkan mampu menjadikan nilai-nilai Kesultanan sebagai landasan untuk menghadapi tantangan zaman dan memastikan marwah Aceh tetap terjaga melalui aksi nyata.

Acara ini bertujuan untuk menginspirasikan generasi muda agar dapat menerapkan kekuatan nilai-nilai sejarah dalam pembangunan Aceh yang modern dan berdaulat secara nyata.




Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com