PPIH Tingkatkan Edukasi Jemaah Haji untuk Kemandirian Ibadah

PPIH Daker Makkah dorong kemandirian jemaah haji melalui program edukasi visduk.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Tirto.id

ZONAUTARA.com – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah melakukan upaya peningkatan kemandirian ibadah jemaah haji melalui program visitasi dan edukasi (visduk). Program ini dirancang untuk memberikan manasik haji terintegrasi kepada jemaah yang telah tiba di Makkah.

Pelaksana bimbingan ibadah (bimbad) Daker Makkah, Abdul Aziz Siswanto, mengungkapkan bahwa jemaah menunjukkan antusiasme tinggi dalam kegiatan visduk ini. “Alhamdulillah jemaah dari LOP, dari Lombok, juga antusias untuk mengikuti kegiatan visitasi ini,” ujar Siswanto, setelah menyampaikan materi bagi jemaah haji di Sektor 4, wilayah Syishah-Raudhah, pada Selasa (5/5/2026).

Siswanto menambahkan bahwa dalam forum tersebut, jemaah haji dibekali kembali pemahaman mengenai fikih haji, kesehatan, dan elemen penting lainnya yang mendukung pelaksanaan haji di Makkah. Pentingnya materi-materi ini dijelaskan oleh Siswanto karena sebagian besar rangkaian ibadah haji, seperti wukuf, sa’i, dan tawaf, terjadi di Makkah.

Senada dengan hal tersebut, Arief Rahman, pelaksana layanan bimbad Daker Makkah, menekankan bahwa program visduk merupakan pengawasan berjenjang dari tingkat daker ke setiap kloter jemaah. “Tujuan daker adalah untuk memastikan sejauh mana program-program bimbingan ibadah benar-benar sampai dan dipahami oleh jemaah haji kita,” ungkap Arief saat melakukan visduk di Sektor 7, wilayah Misfalah, Selasa (5/5/2026).

Arief menjelaskan bahwa materi visduk meliputi fikih ibadah haji, manajemen jemaah, hingga informasi kesehatan, akomodasi, dan konsumsi. PPIH memastikan layanan prioritas bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas. Arief mengapresiasi inisiatif memanfaatkan teknologi, seperti Zoom atau YouTube, untuk mengatasi keterbatasan ruang dan memperluas jangkauan edukasi.




Menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), fokus edukasi teknis semakin dikerucutkan, termasuk kebijakan nafar awal bagi gelombang pertama. Arief mengimbau jemaah untuk menghemat energi dan menghindari ziarah di luar Kota Makkah untuk menjaga stamina.

Diolah dari laporan Tirto.id.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com