ZONAUTARA.com – Danantara Indonesia mempercepat transformasi digital di seluruh ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai langkah untuk meningkatkan industrialisasi produk digital. Hal ini diungkapkan oleh Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa yang memimpin Rapat Koordinasi Transformasi Digital BUMN yang dihadiri oleh sekitar 60 perusahaan holding utama BUMN di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Transformasi digital yang dipromosikan oleh Danantara mencakup penguatan menyeluruh pada model bisnis, pengalaman pelanggan, model operasi, infrastruktur teknologi, serta tata kelola dan pemanfaatan data. “Dengan pendekatan yang lebih komprehensif dan terintegrasi, serta berdampak pada tingkat operasional BUMN, Danantara Indonesia ingin memastikan bahwa transformasi digital tidak akan berhenti pada level perencanaan, tetapi menghasilkan perbaikan kinerja nyata di masing-masing BUMN,” kata Sigit dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Upaya transformasi ini juga mengarah pada peningkatan sinergi antar BUMN, terutama di area yang memiliki duplikasi tinggi seperti belanja teknologi, infrastruktur digital, lisensi, dan layanan bersama, dengan potensi efisiensi hingga 25-40 persen tergantung pada kesiapan masing-masing BUMN. Sigit menegaskan pentingnya pendekatan terkoordinasi untuk transformasi digital yang melibatkan seluruh ekosistem BUMN, agar setiap inisiatif dapat menghasilkan efisiensi dan nilai tambah kolektif bagi negara.
Forum tersebut juga membahas kebutuhan adaptasi cepat terhadap perkembangan teknologi seperti kecerdasan artifisial (AI), Analisis Lanjut, Kesiapan Pasca-Kuantum, dan keamanan siber. Adopsi teknologi frontier tersebut menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan produktivitas, kualitas pengambilan keputusan, serta menciptakan inovasi baru yang mendukung kebutuhan industri masa depan.
Pengembangan sumber daya manusia dalam bidang digital menjadi agenda utama untuk memenuhi kebutuhan 600 ribu talenta digital per tahun hingga 2030. Danantara menerapkan model triple helix untuk memperkuat kerjasama antara industri, pemerintah, dan akademisi demi mempercepat pengembangan talenta, riset, dan inovasi nasional. Pengembangan teknologi strategis seperti sovereign AI dan sovereign cloud juga didorong untuk memperkuat kapabilitas nasional dan kolaborasi antar pelaku industri.
Diolah dari laporan Antara.

