ZONAUTARA.com – Kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 79,2% berdasarkan survei Indonesia Development Monitoring (IDM). Survei ini menunjukkan kepuasan sebesar 75,1% terhadap kinerja Polri dalam memberantas berbagai kejahatan, seperti judi, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga penimbunan bahan bakar minyak (BBM). Data survei dikumpulkan dari 1.580 responden yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia antara tanggal 7 hingga 20 April 2026.
Pengungkapan kasus oleh Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri menjadi faktor penting dalam meningkatnya kepercayaan publik. Dittipidsiber telah berhasil membongkar kejahatan siber transnasional dan memperkuat tata kelola asset recovery dari tindak pidana perjudian online serta pencucian uang.
Dalam Rakernis Reserse Polri 2026, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan kepada personel Bareskrim atas capaian strategis Direktorat Siber. Salah satu capaian tersebut adalah eksekusi bersama Kejaksaan terhadap aset yang dirampas untuk negara, yang diinisiasi berdasarkan Laporan Hasil Analisis (LHA) PPATK.
Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk PPATK, Kejaksaan, Kemenko Polkam, Kementerian Keuangan, serta sektor perbankan, menghasilkan langkah konkret atas 51 LHA yang terkait 132 situs judi online. Penindakan ini berhasil menghentikan sementara transaksi senilai Rp 255,7 miliar dari 5.961 rekening.
Selain itu, keberhasilan mengungkap kejahatan siber internasional terkait W3LL.STORE yang merugikan secara global hingga 20 juta dolar AS juga mendapat apresiasi luas. Kasus yang melibatkan produksi dan penjualan phishing tools ini didukung Federal Bureau of Investigation dalam pertukaran informasi.
Diolah dari laporan Detik.

