ZONAUTARA.com – Indeks sentimen konsumen di Amerika Serikat turun drastis pada bulan Mei 2023, mencapai titik terendah baru di angka 48,2 dari 49,8 pada bulan April. Hal ini dipicu oleh lonjakan harga bensin yang menambah kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi. Menurut survei bulanan yang dilakukan Universitas Michigan, tren ini lebih buruk dibandingkan masa pandemi.
Data dari Universitas Michigan menunjukkan bahwa ekspektasi para analis, yang diperkirakan berada di kisaran 49,7 menurut The Wall Street Journal, tidak terpenuhi. Joanne Hsu, Direktur Survei Universitas Michigan, menyatakan bahwa situasi di Timur Tengah, termasuk konflik yang berlanjut di Iran, kecil kemungkinan mendongkrak sentimen konsumen dalam waktu dekat. Penyebabnya adalah gangguan pasokan energi yang belum sepenuhnya teratasi.
Harga bensin yang meningkat memaksa konsumen untuk mengalokasikan lebih banyak pendapatan mereka. Meskipun demikian, terdapat sedikit penurunan pada ekspektasi inflasi jangka panjang, yang menjadi perhatian serius bagi para pembuat kebijakan. Persepsi masyarakat tentang inflasi dapat memengaruhi pasar secara langsung.
Survei ini juga menyoroti ketimpangan antara latar belakang ekonomi yang relatif solid dan persepsi rumah tangga. Meski investasi di sektor kecerdasan buatan dan dukungan kebijakan fiskal terus tumbuh, sentimen konsumen tetap negatif dibandingkan saat inflasi meningkat setelah pandemi tahun 2022.
Data survei ini berdasarkan wawancara yang dilakukan antara 21 April hingga 4 Mei 2023. Universitas Michigan berencana merilis pembacaan akhir untuk Mei pada akhir bulan ini, dengan data wawancara terbaru yang akan dicantumkan.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

