ZONAUTARA.com – Dua pelaut asal India baru saja kembali ke tanah air setelah melewati perjalanan panjang yang dipenuhi ketakutan, karena konflik di Iran yang mengganggu pelayaran di Selat Hormuz. Tithi Chiranjeevi, berusia 28 tahun, dan rekan kerjanya Anant Singh Chauhan, 25 tahun, tiba di Mumbai usai menempuh perjalanan selama 15 hari melalui Irak, Armenia, dan Dubai. Mereka sebelumnya terdampar selama lebih dari sebulan di pelabuhan Khorramshahr, Iran, saat konflik bersenjata membuat Selat Hormuz terblokade.
Kedua pelaut tersebut bekerja di kapal Iran MV ILDA yang mengangkut material konstruksi dari Iran ke Dubai. Sayangnya, kapal tersebut harus berhenti beroperasi ketika situasi keamanan di Teluk memburuk akibat serangan rudal dan drone yang kerap terjadi di sekitar pelabuhan.
Chiranjeevi menggambarkan kondisi menegangkan yang mereka hadapi sehari-hari. “Serangan terjadi sekitar 100 hingga 200 meter dari kapal kami. Setiap malam ada sekitar 10 sampai 20 rudal menghantam area di luar pelabuhan. Tidak ada yang bisa tidur,” ujarnya.
Situasi diperparah dengan terputusnya jalur komunikasi total, sehingga Chiranjeevi tidak dapat menghubungi ibunya yang tinggal sendirian di kota pesisir Vishakhapatnam, India. Meski begitu, mereka merasakan rasa syukur yang dalam saat akhirnya bisa kembali ke kampung halaman.
Setibanya di Mumbai, keduanya tampak lega bisa melihat kembali ikon kota seperti Gateway of India dan Taj Mahal Palace Hotel. “India seperti kelahiran kembali bagi kami setelah bisa kembali,” ungkap Chauhan.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

