ZONAUTARA.com – Gangguan teknis pada speaker yang mengarah ke juri menyebabkan kebisingan dalam Lomba Cerdas Cermat MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diadakan baru-baru ini. Konsekuensinya, jawaban peserta tidak terdengar jelas oleh para juri, sebagaimana diumumkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar.
Menurut pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie, “Informasi yang saya terima, speaker yang mengarah ke juri mengalami gangguan sehingga jawaban peserta kurang terdengar jelas. Sementara di live YouTube dan ke audiens penonton, suara terdengar jelas.”
Faisal menyatakan bahwa dirinya telah memanggil Kepala SMAN 1 Pontianak dan tim pendamping terkait insiden tersebut. Ia mengimbau agar semua pihak tetap mengikuti prosedur resmi dan menyarankan agar pihak sekolah mengajukan peninjauan ulang kepada panitia penyelenggara.
Dalam video yang beredar, terdapat ketidakseragaman dalam penilaian terhadap jawaban yang sama dari dua grup berbeda. Grup C dari SMAN 1 Pontianak diberi nilai minus lima, sedangkan Grup B dari SMAN 1 Sambas, yang memberikan jawaban serupa, mendapatkan nilai sepuluh. Juri menyatakan bahwa Grup C tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas.
Menanggapi hal ini, Sekjen MPR RI Siti Fauziah menuturkan bahwa panitia saat ini melakukan penelusuran internal. “MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi jawaban, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan,” ujarnya.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

