ZONAUTARA.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menerima audiensi dari anggota DPRD dan sejumlah kepala daerah di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026). Pertemuan ini membahas persoalan sosial seperti kemiskinan, pekerja migran Indonesia, penyaluran bantuan sosial, dan pengembangan Sekolah Rakyat.
Hadir dalam audiensi tersebut adalah Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT Kristien Samiyato Pati, Wakil Ketua DPRD Kota Mataram Istiningsih, dan beberapa bupati dari berbagai daerah. Gus Ipul didampingi oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan para pejabat tinggi lainnya.
Dalam audiensi, Gus Ipul menyoroti fenomena ‘the invisible people’, yakni kelompok masyarakat miskin dan rentan yang tidak terdata dengan baik. Ia mencontohkan seorang anak bernama Al-Jabbar di Jakarta yang belum pernah bersekolah. “Bisa jadi dia tetangga kita, bisa jadi tidak jauh dari kita. Tapi penderitaannya tidak tampak karena mereka tidak pernah menyampaikan apa yang jadi kebutuhan mereka,” ujar Gus Ipul.
Gus Ipul meminta pemerintah daerah untuk memperkuat pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar intervensi pemerintah tepat sasaran. Ia juga menekankan bahwa penonaktifan kepesertaan PBI-JK bertujuan untuk pengalihan kepada warga lain yang lebih membutuhkan.
Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas pengembangan Sekolah Rakyat. Gus Ipul menargetkan peningkatan jumlah siswa Sekolah Rakyat hingga lebih dari 400 ribu siswa pada 2029 dan meminta dukungan daerah untuk optimalisasi program tersebut.
Diolah dari laporan Detik.

