ZONAUTARA.com – Pemerintah Israel dilaporkan merasa cemas terhadap negosiasi yang dilakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Iran. Beberapa sumber di Tel Aviv menyebutkan bahwa ada kekhawatiran Washington akan menyetujui perjanjian damai dengan Teheran sebelum mencapai seluruh target utama perang.
Hal ini mencuat di tengah berlangsungnya proses diplomasi antara AS dan Iran yang terus dilanjutkan setelah berminggu-minggu konflik mengguncang Timur Tengah dan memicu kenaikan harga energi global. Israel menilai bahwa kesepakatan parsial bisa saja hanya memberikan Iran nafas baru tanpa melumpuhkan kemampuan militernya secara signifikan.
Beberapa sumber Israel yang berbicara kepada CNN menyatakan bahwa skenario yang paling dikhawatirkan adalah jika Trump menyetujui kesepakatan yang masih memungkinkan Iran untuk mempertahankan sebagian program nuklirnya, sementara masalah rudal balistik dan jaringan proksi Iran justru diabaikan.
“Perhatian utama adalah Trump akan lelah dengan pembicaraan dan menyepakati kesepakatan apa pun, dengan konsesi di menit-menit terakhir,” kata salah satu sumber Israel, di kutip Rabu (13/5/2026). Sumber tersebut menambahkan bahwa absennya pembahasan mengenai rudal balistik dan kelompok proksi Iran menjadi persoalan besar bagi Tel Aviv.
Menurut pejabat Israel, kesepakatan parsial yang tidak menyentuh kemampuan utama Iran namun malah meringankan tekanan ekonomi terhadap Teheran bisa menstabilkan rezim Iran dan memberi suntikan dana baru dalam jumlah besar. Skenario ini dinilai memperlihatkan perbedaan pandangan antara Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

