ZONAUTARA.com – Warga Makerfield, kawasan berpenduduk sekitar 76.000 orang di pinggiran Kota Wigan dan bekas kota tambang, menjadi pusat perhatian politik dalam pemilu sela yang dapat menentukan Perdana Menteri Inggris berikutnya. Pemilu sela ini diprediksi menjadi ajang persaingan sengit antara Andy Burnham, Walikota Greater Manchester, dan partai Reform.
Meskipun Makerfield telah menjadi basis aman bagi Partai Buruh sejak 1983, dominasi partai tersebut digoyang oleh keberhasilan partai Reform dalam pemilu dewan lokal. Tekanan ini turut membuat Perdana Menteri Sir Keir Starmer menghadapi desakan mundur dari jabatannya.
Burnham, yang memiliki keinginan besar untuk menjadi PM, mendapat kesempatan untuk bersaing setelah Anggota Parlemen Makerfield, Josh Simons, mengundurkan diri. “Burnham tidak perlu mundur dari jabatannya sebagai walikota untuk ikut dalam pemilu sela dan baru akan mengundurkan diri jika ia terpilih kembali sebagai Anggota Parlemen,” demikian dilaporkan.
Kendati demikian, para pendukung Partai Buruh berpendapat bahwa Burnham akan menghadapi tantangan berat dari partai Reform yang dipimpin Nigel Farage. Penelope Nelson, seorang pekerja pembibitan, mengungkapkan keyakinannya terhadap Burnham: “Dia tahu apa yang diinginkan masyarakat dan memperjuangkannya,” tuturnya kepada BBC.
Sementara itu, Stan Crook, pendukung Partai Buruh, skeptis terhadap motivasi Burnham. “Saya pikir Reform akan mengambil alih. Mereka sudah banyak bergerak di sini,” ungkapnya. Namun demikian, Alan Entwistle menyanjung kebijakan Burnham selama menjabat walikota, khususnya dalam transportasi, dan Gabriel Parkinson menyatakan dukungannya lantaran melihat Burnham sebagai pilihan yang lebih baik dibanding alternatif lainnya.
Jika Burnham memenangkan pemilu sela ini, kemungkinan akan terjadi kontes kepemimpinan Partai Buruh yang dapat berujung pada penunjukan Perdana Menteri baru pada musim gugur. Pemilu sela ini diperkirakan paling cepat berlangsung pada Kamis, 18 Juni, saat Sir Keir dijadwalkan menghadiri KTT G7 di Prancis.
Diolah dari laporan BBC News.

