ZONAUTARA.com – Pesepakbola Jonathan Gjoshe mengalami pengalaman mengerikan saat perjalanan menggunakan kereta dari Doncaster ke London, pada 1 November tahun lalu. Gjoshe, yang baru memulai musim pertamanya bersama Scunthorpe United, menjadi salah satu dari 11 penumpang yang mengalami luka serius akibat serangan penusukan di kereta saat melintasi wilayah Cambridgeshire.
Kejadian ini menarik perhatian media internasional. Namun, meski banyak permintaan wawancara diterima, Gjoshe memutuskan untuk fokus pada pemulihan panjangnya. Enam bulan kemudian, ia akhirnya siap berbicara. “Saya ingat melompat melewati meja dan kursi, hanya memikirkan untuk menyelamatkan diri,” jelasnya kepada BBC Sport. “Saya berteriak ada orang dengan pisau, lari, lari,” tambahnya.
Kereta akhirnya melakukan pemberhentian darurat di Huntingdon, dan Gjoshe mendapat pertolongan pertama dari penumpang lainnya sebelum dibawa ke rumah sakit. Setelah operasi, ia mengetahui bahwa luka di bisep, bahu, dan lengannya hampir mengenai saraf. “Saya sangat khawatir. Setelah operasi, mereka bilang ‘Tak jauh dari saraf. Anda sangat beruntung’,” ujarnya.
Setelah beberapa bulan menjalani rehabilitasi, Gjoshe kembali berlatih penuh pada bulan Maret. Namun, meski telah kembali berlatih, dia belum pernah naik kereta lagi sejak kejadian tersebut. “Saya tidak mau sekarang. Anda tidak pernah tahu. Lebih baik berhati-hati,” katanya.
Gjoshe bergabung dengan Scunthorpe pada bulan September setelah melakoni karier di liga lebih rendah di London. Namun, baru-baru ini dia diberitahu bahwa klub tidak memperpanjang kontraknya. “Saya berharap mereka memberi saya kesempatan lagi,” katanya. Dukungan dari para penggemar melalui ‘GoFund Me’ dan dukungan klub selama masa sulit sangat berarti baginya.
Diolah dari laporan BBC News.

