ZONAUTARA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur melaporkan bahwa enam kabupaten di wilayah tersebut telah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Kabupaten-kabupaten tersebut adalah Bondowoso, Banyuwangi, Bangkalan, Lamongan, Lumajang, dan Blitar. Sebagian wilayah bahkan sudah mengalami krisis air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menyatakan bahwa penanganan darurat di lapangan sudah dimulai, salah satunya melalui distribusi bantuan air ke wilayah yang mengalami kekeringan. “Dari enam daerah tersebut, penanganan darurat berupa distribusi air bersih sudah dilakukan di Kabupaten Bondowoso,” kata Gatot, Senin (18/5).
Di Kabupaten Bondowoso, krisis air bersih telah melanda Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo, terutama di Dusun Banteng Lor, Dusun Sumber Waru, dan Dusun Banteng Duk Beto. Bantuan air bersih diprioritaskan bagi 140 kepala keluarga yang terdampak, dengan pengiriman 10.000 liter air bersih menggunakan armada tangki.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di Jawa Timur tahun ini diprediksi akan lebih ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya. Musim kering tersebut telah dimulai sejak April dan diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, Pemprov Jatim melalui BPBD tengah memperketat pengawasan di sejumlah titik rawan dan berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah setempat. Gatot mengingatkan seluruh aparatur di wilayah tersebut untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mempercepat langkah penanganan jika dampak kekeringan meluas. “BPBD juga meminta daerah meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat langkah penanganan apabila wilayah terdampak kekeringan terus bertambah,” ujar Gatot.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

