ZONAUTARA.com – Bentrokan terjadi saat protes besar-besaran menuntut pengunduran diri Presiden Rodrigo Paz di El Alto, Bolivia, Sabtu (16/5/2026). Aksi ini berlangsung di tengah krisis ekonomi dan kekurangan bahan bakar yang telah melumpuhkan akses jalan menuju ibu kota La Paz selama hampir dua minggu.
Seorang polisi militer terlihat berjalan di tengah jalan yang penuh bebatuan, sementara seorang anak berdiri di lokasi aksi protes. Para demonstran melempar batu dan melawan tembakan gas air mata yang dilepaskan aparat. Bahkan, beberapa kendaraan polisi terpaksa mundur saat mencoba membongkar blokade yang dibuat massa.
Dalam aksi yang semakin memanas ini, terdengar pula seruan dari sejumlah perempuan agar Presiden Rodrigo Paz segera mundur dari jabatannya. Sementara itu, pasukan keamanan yang dikerahkan pemerintah terus berusaha membuka jalur yang tertutup.
Pemerintah Bolivia menyatakan telah mengerahkan sekitar 3.500 personel keamanan dalam upaya membongkar puluhan blokade yang disebut-sebut memperparah krisis kelangkaan makanan, bahan bakar, dan pasokan medis di negara tersebut.
Pemerintah juga menuduh pendukung mantan Presiden Evo Morales terlibat dalam pembiayaan kerusuhan ini, meski tuduhan ini segera dibantah oleh sekutu Morales. Ketegangan diperkirakan akan meningkat menjelang aksi demonstrasi besar yang direncanakan berlangsung di La Paz pada Senin (18/5/2026).
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

