ZONAUTARA.com – Peringatan 78 tahun Al-Nakba diadakan di Kedutaan Besar Palestina di Jakarta pada Senin, 18 Mei 2026. Acara ini mengingatkan tragedi pengusiran lebih dari 750 ribu warga Palestina dari tanah kelahiran mereka pada 14 Mei 1948, setelah Israel mendeklarasikan kemerdekaannya setelah berakhirnya Mandat Inggris untuk Palestina.
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari, memberikan pidato dalam peringatan tersebut. Ia menekankan bahwa peringatan Nakba tahun ini terasa lebih menyedihkan di tengah situasi kemanusiaan yang semakin memburuk di Jalur Gaza akibat serangan dan blokade yang berkepanjangan.
Menurut Al-Sattari, penderitaan bangsa Palestina belum pernah berhenti sejak tragedi 1948 yang dikenal sebagai Nakba, atau “malapetaka” dalam bahasa Arab. Peristiwa ini menjadi simbol awal pengungsian besar-besaran warga Palestina yang kehilangan rumah dan tanah mereka.
Al-Sattari juga menyebutkan perang tahun 1967 ketika Israel berhasil menguasai banyak wilayah Arab hanya dalam waktu enam hari. Meskipun demikian, hingga kini, Gaza masih menjadi simbol perlawanan rakyat Palestina walaupun terus dilanda konflik dan blokade.
Setiap tahun, warga Palestina memperingati Nakba dengan demonstrasi dan membawa simbol kunci rumah, yang merupakan representasi harapan untuk kembali ke tanah kelahiran mereka. Selain pidato, peringatan tahun ini di Kedutaan Besar Palestina juga diisi dengan berbagai kegiatan solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

