ZONAUTARA.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta delegasinya untuk “tidak terburu-buru” dalam negosiasi penghentian perang dengan Iran. Update terkini per Senin (25/6/2026), perundingan ini terlihat menuju babak akhir untuk menghentikan perang dan membuka kembali Selat Hormuz.
Dinukil dari AP News, AS disebut tinggal selangkah lagi untuk mencapai kesepakatan dengan Iran yang telah berperang sejak 28 Februari lalu. Kesepakatan ini diproyeksikan akan membuat Teheran menyerahkan persediaan uranium yang telah diperkaya mereka.
Dalam keterangannya pada Minggu (24/5), Trump menyatakan bahwa jalannya negosiasi berlangsung dengan tertib dan konstruktif. Ia juga menyebut bahwa hubungan dengan Iran menjadi jauh lebih profesional dan produktif. Meskipun demikian, Trump menegaskan bahwa delegasi AS tidak perlu bertindak tergesa-gesa, karena ‘waktu ada di pihak kita’.
Kerangka kesepakatan yang hampir disepakati itu, menurut NBC News, akan mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir serta melepaskan persediaan uranium yang telah diperkaya mereka. Isu ini akan ditetapkan melalui pembicaraan antara AS dan Iran selama 60 hari ke depan.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menilai proposal perdamaian yang ada di meja perundingan sebagai cukup solid, dengan menyebutnya sangat nyata, signifikan, dan berjangka waktu terkait masalah nuklir. “Proposal ini mendapat banyak dukungan di Teluk dan global. Setiap negara yang kita ajak berdiskusi memahami bahwa ini bukan hanya sangat masuk akal, tetapi juga tepat dilakukan oleh dunia,” kata Rubio, dikutip dari Al Jazeera.
Diolah dari laporan Tirto.id.

