ZONAUTARA.com – Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo terus memperlihatkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus. Hingga saat ini, lebih dari 900 kasus dugaan Ebola telah diidentifikasi di negara tersebut, menurut Direktur Jenderal World Health Organization, Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Minggu (24/5/2026).
Tedros juga menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut, sebanyak 101 kasus telah terkonfirmasi positif Ebola. Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan di media sosial terkait peningkatan upaya pengawasan dalam penanganan wabah di Kongo.
Sebelumnya, WHO telah menetapkan wabah Ebola strain Bundibugyo yang langka di Kongo sebagai darurat kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian internasional. Strain ini diyakini berisiko tinggi karena penyebarannya sulit dikendalikan, terlebih di tengah kondisi keamanan yang tidak stabil.
Keterlambatan deteksi kasus disebut sebagai salah satu faktor penyebab penyebaran wabah menjadi lebih parah. Hingga saat ini, belum ada vaksin maupun terapi khusus yang tersedia untuk menangani virus Ebola strain Bundibugyo tersebut.
Tambahan faktor lain adalah kondisi konflik bersenjata yang meluas serta tingginya mobilitas penduduk di berbagai wilayah Kongo, yang turut memperumit upaya pengendalian wabah. WHO memperingatkan bahwa situasi ini bisa meningkatkan risiko penyebaran penyakit ke wilayah lain apabila penanganan tidak segera ditingkatkan.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

