ZONAUTARA.com – Generasi muda di Inggris tengah menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan pekerjaan, meski telah melamar hingga ratusan posisi. Sebanyak lebih dari satu juta orang berusia di bawah 24 tahun kini berada dalam situasi tanpa pekerjaan atau pelatihan yang dapat menuntun mereka ke posisi pekerjaan. Fenomena ini memunculkan kekhawatiran akan terbentuknya ‘generasi yang hilang’.
Lebih dari setahun sejak meninggalkan perguruan tinggi, Zaynah, 24, mengaku telah melamar lebih dari 200 pekerjaan, namun belum mendapat tanggapan dari para pemberi kerja. Program amal selama enam minggu, Spear, membantu Zaynah meningkatkan rasa percaya dirinya. “Saya mengalami kondisi kesehatan, eksim, yang membuat saya berhenti melakukan hal yang saya cintai, yaitu seni kuku,” ungkapnya.
Luke, 23, lulusan desain produk dari Central St Martin’s University, menghadapi nasib serupa meski telah mengirim lebih dari 400 lamaran. “Proses aplikasi ini sungguh melelahkan. Anda pikir dengan gelar, Anda terbuka untuk pekerjaan pemula, namun kenyataannya tidak,” katanya. Ia merasa cukup tertekan dan mulai mengklaim Universal Credit sebagai solusi sementara.
Tarun, 18, menghadapi kehilangan arah setelah gagal melanjutkan studi akibat harus pergi ke India untuk perawatan orang tua yang wafat. Ia kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang diinginkannya. “Saya merasa terjebak, tanpa ada yang memotivasi saya. Akhirnya, saya mencoba rapping untuk menghibur diri sendiri,” ungkap Tarun.
Eloise, 24, memiliki pengalaman sukarela dan gelar di bidang sastra Inggris dan penulisan kreatif, tetapi harus puas bekerja di industri perhotelan. “Meski sudah melakukan pekerjaan sukarela dan memiliki pengalaman kerja, banyak pekerjaan menolak saya karena alasan kurang pengalaman,” jelasnya.
Diolah dari laporan BBC News.

