ZONAUTARA.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji hubungan negaranya dengan India saat berbicara dalam Konferensi Lembah Yordania pada Kamis (28/5/2026). Netanyahu menyatakan bahwa India memiliki 22cinta yang luar biasa22 terhadap Israel, di tengah tantangan 22delegitimasi22 yang dihadapi Israel di berbagai belahan dunia.
Netanyahu mengatakan bahwa Israel saat ini menghadapi masalah delegitimasi, tetapi situasi tersebut tidak terjadi di India. “Israel menghadapi masalah delegitimasi di dunia, tetapi tidak di India,” ujarnya. India disebut sebagai salah satu pendukung terkuat Israel dan dianggap sebagai 22sekutu Asia22 bagi negara Yahudi tersebut.
Hubungan diplomatik resmi antara India dan Israel telah dimulai sejak 1992, meskipun India sebenarnya sudah mengakui Israel pada 1950. Perdana Menteri India Narendra Modi sebelumnya menekankan adanya kedekatan historis antara kedua negara, di mana hubungan India dengan komunitas Yahudi telah terjalin melalui jalur perdagangan selama ribuan tahun.
Saat ini, India menjadi mitra dagang terbesar kedua Israel di Asia, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai US$10,77 miliar pada periode 2022-2023, di luar kontrak pertahanan. India dan Israel juga tengah menggarap “Perjanjian Perdagangan Bebas yang ambisius”, dan Modi memuji kemitraan pertahanan kedua negara.
Meskipun demikian, India sempat menyatakan kekhawatirannya setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan aksi militer ke Iran pada awal tahun ini. Dalam pertemuan dengan Netanyahu, Modi menyerukan pengurangan permusuhan untuk keselamatan warga sipil.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

