ZONAUTARA.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, secara intensif akan mengawasi pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk memastikan proses yang sesuai ketentuan. Hal ini dilakukan agar praktik-praktik yang tidak sesuai aturan dapat dicegah.
Bupati Sukabumi, Asep Japar, menyatakan bahwa seluruh satuan pendidikan telah diinstruksikan untuk melaksanakan SPMB sesuai petunjuk teknis dan ketentuan yang berlaku. “Harus mengutamakan prinsip keterbukaan informasi. Jangan sampai terjadi intervensi dan diskriminasi di setiap tahapan seleksi. Utamakan hak calon peserta didik sesuai dengan jalur domisili, prestasi, mutasi, dan afirmasi yang diatur peraturan berlaku,” tegas Asjap, sapaan akrab Asep Japar, Jumat (29/5).
Inisiatif Pemkab Sukabumi juga diwujudkan dengan penandatanganan pakta integritas dan komitmen bersama untuk pelaksanaan SPMB yang ramah dan transparan. Asjap menegaskan pentingnya pengawasan bersama guna mencegah kecurangan, percaloan, atau penyalahgunaan kewenangan. “Saya berharap, penandatanganan komitmen bersama ini akan terbangun sinergi dan tanggung jawab bersama mewujudkan sistem penerimaan murid baru yang berkualitas sehingga mampu mendukung terwujudnya generasi muda Kabupaten Sukabumi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menjelaskan bahwa penandatanganan komitmen ini merupakan bentuk kesepakatan konkret untuk menjalankan sistem penerimaan murid baru sesuai ketentuan. “Kepada seluruh kepala sekolah dan panitia SPMB dimohon agar petunjuk teknis yang telah disepakati benar-benar dilaksanakan secara konsisten,” ungkapnya.
Deden juga mengimbau agar informasi teknis SPMB disosialisasikan kepada masyarakat. Dengan demikian, para orangtua dapat memahami prosedur, jadwal, dan kriteria, serta tidak ragu melaporkan ke dinas terkait seandainya terjadi kendala. “Kami harapkan partisipasi aktif masyarakat bisa memanfaatkan saluran informasi resmi dan melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan selama pelaksanaan SPMB,” pungkas Deden.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

