PM Malaysia Anwar Ibrahim Hadapi Ancaman Pembelotan Partai

Anwar Ibrahim hadapi ancaman politik dari pembelotan Rafizi Ramli, mantan menteri ekonominya.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menghadapi tekanan politik yang meningkat setelah Rafizi Ramli, mantan menteri ekonominya yang juga dianggap sebagai calon penerus, memutuskan untuk membelot dan mengembangkan partai baru. Situasi ini terjadi di tengah rencana Malaysia yang berpotensi menggelar pemilihan umum lebih cepat tahun ini.

Mantan menteri ekonomi Rafizi Ramli, yang sebelumnya dikenal sebagai tokoh penting dalam Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar, telah memutuskan untuk keluar dari partai dan mengambil alih partai kecil bernama Malaysia United Party atau Bersama. Berdasarkan laporan Reuters, Bersama telah menerima lebih dari 18 ribu permohonan keanggotaan yang sebagian besar, sekitar sepertiganya, berasal dari mantan anggota PKR.

Sementara sebagian besar pembelot melalui jalur akar rumput atau pengurus lokal, jumlah tersebut menimbulkan keraguan pada kemampuan Anwar untuk mempertahankan kekuasaan jika perpecahan dalam koalisi pemerintah semakin meluas. Undang-undang Malaysia melarang anggota parlemen untuk berpindah partai saat masih menjabat, sehingga kondisi ini dapat memaksa Anwar untuk mempertimbangkan pemilu dini.

Dalam keterangan di media sosialnya, Hassan Abdul Karim, anggota parlemen PKR dan pendukung lama Anwar, mengungkapkan kekesalan terhadap kegagalan PKR dalam mendengarkan kekhawatiran anggota. “Meski masih percaya pada PKR, partai itu kini terluka, tersakiti, dan mengalami cedera kritis,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PKR Fuziah Salleh membantah adanya eksodus besar-besaran anggota PKR ke Bersama, sambil menyatakan bahwa PKR justru menambah 5.000 anggota dalam dua bulan terakhir dengan total keanggotaan lebih dari satu juta orang. Meski demikian, para pakar menilai pembelotan ini dapat mempengaruhi legitimasi Anwar sebagai perdana menteri.




Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com