ZONAUTARA.com – Ken Arok, seorang tokoh bersejarah yang dikenal sebagai pendiri Kerajaan Singasari dan penguasa Jawa Timur, mengalami akhir hidup yang tragis pada tahun 1247 Masehi. Keberhasilannya dalam memperluas kekuasaan dicapai melalui strategi-strategi kontroversial, termasuk tindakan-tindakan yang dalam pandangan masa kini bisa disebut sebagai aksi premanisme.
Ken Arok adalah sosok yang berasal dari latar belakang yang sulit. Kisah hidupnya dimulai sebagai seorang anak yang dibuang oleh ibunya dan kemudian dipungut serta dibesarkan oleh seorang pencuri. Sayangnya, pencuri tersebut mengajarkan Ken Arok cara hidup di dunia hitam, yang kemudian menjadi ciri khas kehidupan masa mudanya.
Ken Arok dikenal karena sering terlibat dalam perjudian, pencurian, dan tindakan kriminal lainnya. Meski demikian, kemampuannya dan ketenarannya sebagai sosok yang menakutkan membuatnya mendapat perhatian dari Tunggul Ametung, penguasa Tumapel saat itu, yang kemudian menjadikannya sebagai orang kepercayaan.
Dalam usahanya menjadi penguasa Jawa, Ken Arok menikahi Ken Dedes, istri Tunggul Ametung, dan menggunakan keris buatan Empu Gandring untuk membunuh Ametung. Setelah itu, Ken Arok menggunakan tipu daya dengan menempatkan keris tersebut pada Kebo Ijo untuk mengelabui semua orang. Keberhasilannya menguasai Tumapel membuatnya mendirikan Kerajaan Singasari pada tahun 1222.
Ambisi Ken Arok terus berlanjut hingga dia berhasil menguasai Kerajaan Kediri, menjadikannya penguasa Jawa Timur. Namun, pada akhirnya, ia dibunuh oleh Anusapati, anak Tunggul Ametung, sebagai aksi balas dendam. Kisah tragis kehidupan Ken Arok ini tercatat dalam kitab Pararaton dan menjadi pelajaran sejarah penting.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

