ZONAUTARA.com – Polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pembakaran rumah milik seorang pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mantan Kepala Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. Kejadian ini diperkirakan didorong oleh motif dendam pribadi setelah pelaku menjalani hukuman penjara.
Berdasarkan pemantauan pada Minggu (7/6), kasus pembakaran yang terjadi di rumah Sudarko, 50, pada Selasa (2/6) malam masih menjadi perhatian publik. Hingga kini, pelaku belum berhasil ditangkap dan langsung melarikan diri setelah melancarkan aksinya.
Aksi pembakaran dua rumah ini memicu keresahan warga setempat. Pelaku yang merupakan mantan narapidana divonis 1 tahun 8 bulan penjara akibat kasus penganiayaan terus berkeliaran, membuat masyarakat merasa terancam. “Kami takut terkena imbas, apalagi pelaku belum tertangkap dan kini masih bebas berkeliaran tanpa diketahui tempat persembunyiannya,” ujar Sutrisno, warga sekitar.
Kekhawatiran warga semakin meningkat meski kobaran api berhasil dipadamkan sebelum memakan korban jiwa. Warga tetap waspada akan kemungkinan pelaku mengulangi perbuatannya, mengingat ancaman yang pernah dilontarkan sebelumnya.
Kapolsek Karangawen, Ajun Komisaris Mujiyono, menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan perburuan intensif. “Meskipun identitas pelaku sudah diketahui, tetapi hingga kini belum dapat ditangkap karena setelah kejadian tersebut pelaku langsung meninggalkan rumahnya. Saat ini masih dalam pengejaran ke beberapa lokasi yang diperkirakan menjadi tempat persembunyiannya,” ungkap Mujiyono.
Menjelaskan kronologi kejadian, Mujiyono menyebutkan bahwa pada malam kejadian, pelaku mendatangi rumah Sudarko terlebih dahulu. Pelaku menyiramkan bensin dan menyulut api, kemudian bergerak menuju rumah mantan kepala desa untuk melakukan aksi serupa. Seluruh aksi pelaku tersebut sempat terekam oleh kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada serta segera melaporkan kepada petugas jika melihat keberadaan orang yang mencurigakan di lingkungan mereka.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

