ZONAUTARA.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia akan mencapai swasembada energi dalam tiga tahun ke depan, tepatnya pada tahun 2029. Hal ini disampaikannya di tengah lonjakan harga Pertamax yang baru saja diumumkan oleh PT Pertamina Patra Niaga.
Dalam Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) XVIII yang berlangsung di Lampung, Prabowo berujar bahwa pemerintah saat ini sedang berusaha keras mencapai target tersebut. “Saudara-saudara, kita menuju swasembada energi. Kita sedang bekerja keras, perhitungan kita 3 tahun lagi kita bener-bener sangat kuat di bidang energi,” katanya.
Prabowo menambahkan bahwa kemandirian energi merupakan langkah berikut setelah mencapai swasembada pangan. Dengan kemandirian ini, Indonesia dapat lebih siap menghadapi tantangan global, seperti gejolak yang terjadi akibat perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang berdampak pada terganggunya jalur perdagangan minyak mentah di Selat Hormuz.
Pernyataan terkait energi ini disampaikan setelah pengumuman kenaikan harga Pertamax, di mana harga meningkat dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, dan Pertamax Green dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Meski demikian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan tidak ada kenaikan untuk BBM dan LPG subsidi sesuai instruksi Presiden.
“Saya pikir itu untuk BBM subsidi dan LPG subsidi tidak ada kenaikan, itu perintah Bapak Presiden. Tidak ada kenaikan,” tegas Bahlil.
Diolah dari laporan Tirto.id.

