Overstimulasi: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Overstimulasi dapat memengaruhi kesehatan mental. Ketahui gejala dan cara mengatasinya.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Tirto.id

ZONAUTARA.com – Overstimulasi dapat menimbulkan efek negatif pada kesehatan mental dan fisik. Kondisi ini terjadi ketika otak dan tubuh menerima terlalu banyak rangsangan tanpa jeda yang cukup, menyebabkan kelelahan dan kebingungan. Fenomena ini semakin umum di era digital saat ini.

Menurut psikolog klinis Barbara Markway, overstimulasi dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan. “Ketika kita terus-menerus dituntut untuk memproses informasi baru tanpa istirahat, kita dapat mengalami stres, kelelahan, dan penurunan produktivitas,” tuturnya.

Gejala overstimulasi bervariasi mulai dari kesulitan berkonsentrasi, emosi yang mudah tersulut, hingga masalah tidur. Dr. Markway menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda tersebut agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Untuk mengatasi overstimulasi, Markway menyarankan beberapa langkah, termasuk menetapkan waktu istirahat dari perangkat digital, melakukan meditasi atau mindfulness, dan memastikan tidur yang cukup. “Mengatur lingkungan agar lebih tenang dan mengurangi paparan stimuli yang tidak perlu juga sangat membantu,” ujarnya.

Melalui langkah-langkah ini, diharapkan individu dapat mengelola tingkat stres dan meningkatkan kualitas hidup. Pemahaman dan penanganan yang tepat terhadap overstimulasi dapat menjadi kunci bagi kesehatan mental yang lebih baik.




Diolah dari laporan Tirto.id.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com