ZONAUTARA.com – Keir Starmer, pemimpin Partai Buruh Inggris, menghadapi tekanan baru setelah pengunduran diri Menteri Pertahanan John Healey pada Kamis. Sebelumnya, kemarahan dan kekecewaan melanda partai ini setelah hasil pemilu yang buruk sebulan lalu. Kampanye pemilu sela di Makerfield sempat menenangkan situasi, namun masalah kembali mencuat.
Perdana Menteri berencana menggunakan momen ini untuk menunjukkan arah kebijakan dan keberhasilan, terutama melalui Rencana Investasi Pertahanan (DIP), namun kebijakan tersebut justru menjadi contoh ketidakmampuan Starmer dalam menyelesaikan masalah, menurut kritik dari para menteri yang mengundurkan diri.
John Healey, dalam surat pengunduran dirinya kepada Sir Keir Starmer, menyatakan bahwa tingkat pengeluaran militer yang diusulkan “jauh kurang” dari yang dibutuhkan untuk melindungi negara. Posisi ini sekarang dipegang oleh Dan Jarvis, mantan prajurit yang akan menghadiri pertemuan menteri pertahanan NATO minggu depan untuk menjelaskan situasi ini.
Jarvis dan Starmer juga harus mencari menteri baru untuk angkatan bersenjata setelah pengunduran diri mendadak Al Carns. Carns, juga mantan tentara, sebelumnya mengatakan dalam wawancara TV bahwa “tugas saya adalah menenangkan kapal”, namun satu jam kemudian memilih mengundurkan diri.
Langkah ini diamati oleh para pesaing potensial Starmer seperti Andy Burnham dan Wes Streeting. Kondisi ini pun mengancam posisi Downing Street dan Departemen Keuangan, yang berjuang untuk menemukan kesepakatan dalam kebijakan pertahanan.
Diolah dari laporan BBC News.

