ZONAUTARA.com – Peneliti dari European Heart Journal mengungkapkan bahwa melakukan aktivitas fisik berintensitas tinggi selama satu hingga dua menit setiap hari dapat secara signifikan menurunkan risiko penyakit kronis dan kematian. Aktivitas semacam ini, yang dikenal sebagai Vigorous Physical Activity (VPA) atau Vigorous Intermittent Lifestyle Physical Activity (VILPA), bahkan tidak memerlukan fasilitas pusat kebugaran.
Dalam dunia medis, meningkatkan intensitas gerakan sehari-hari meskipun dalam jangka waktu singkat, terbukti lebih menentukan manfaat bagi kesehatan daripada hanya menambah kuantitas gerakan. Aktivitas intens ini mampu meningkatkan detak jantung, perekrutan serat otot, dan memperbanyak jumlah mitokondria. Adaptasi ini meningkatkan kebugaran kardiovaskular, kekuatan, serta ketahanan tubuh.
Kepercayaan yang sering salah adalah bahwa kita harus memperlambat aktivitas seiring bertambahnya usia. Faktanya, intensitas yang lebih tinggi dibutuhkan untuk melawan hilangnya massa otot dan kapasitas kardiovaskular di usia lanjut. Kemampuan tubuh untuk menghadapi aktivitas sehari-hari, seperti menaiki tangga tanpa terengah-engah, sangat bergantung pada kapasitas untuk menangani intensitas.
Sebuah contoh konkret adalah Joan, pasien berusia 64 tahun, yang merasa lebih kuat dan energik setelah menambahkan interval singkat pada rutinitas jalan kaki hariannya. Setiap beberapa menit, Joan mempercepat langkah selama 20 hingga 30 detik sebelum kembali ke kecepatan normal.
Jordan D. Metzl, MD dari Hospital for Special Surgery di New York City menjelaskan bahwa kesehatan tidak butuh komitmen waktu besar atau perubahan gaya hidup drastis. Menyisipkan dua menit aktivitas intens dalam rutinitas harian dapat secara signifikan mengubah fisiologi tubuh. Ini bukan hanya soal menambah usia, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

