ZONAUTARA.com – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Republik Indonesia, Muhammad Qodari, menyatakan bahwa tidak ada upaya pencegatan oleh aparat kepolisian terhadap mahasiswa yang hendak berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6). Qodari menjelaskan bahwa kondisi tersebut lebih pada pengaturan lalu lintas karena ada kepentingan dari kelompok masyarakat lain yang turut dipertimbangkan.
“Saya kira bukan pencegatan ya, tetapi lebih kepada penataan lalu lintas bagaimana agar kegiatan-kegiatan masyarakat bisa tetap berjalan,” ujar Qodari dalam agenda diskusi di CNN Indonesia TV pada Jumat (12/6) malam. Qodari menambahkan bahwa di satu sisi, mahasiswa dapat menyampaikan aspirasi mereka, tetapi di sisi yang lain kegiatan perkantoran dan ekonomi juga harus tetap berjalan optimal.
Dalam kesempatan itu, Qodari menekankan pentingnya pemerintah dan aparat negara untuk memperhatikan berbagai kepentingan dari semua sektor kemasyarakatan. “Bundaran HI adalah ruang publik, yang berhak menggunakan itu adalah semua kelompok masyarakat,” kata Qodari. Ia juga mengomentari tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa, seperti menghentikan pemborosan anggaran negara, menurunkan harga kebutuhan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM), serta meminta pemerintah untuk menghentikan militerisme di ranah sipil.
Menanggapi tuntutan mahasiswa, Qodari menyebut bahwa Presiden RI Prabowo Subianto sudah berupaya menghentikan pemborosan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ia juga menjelaskan kebijakan pemerintah untuk mengelola dan mengawasi ekspor komoditas Sumber Daya Alam melalui BUMN khusus, PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), sebagai upaya mencegah kebocoran APBN.
Sebelumnya, ratusan mahasiswa, mayoritas dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), melakukan long march menuju Bundaran HI setelah kendaraan mereka sempat dicegat di beberapa titik, termasuk di kawasan Semanggi. Namun, Qodari menekankan bahwa pelarangan tersebut tidak dimaksudkan untuk menghalangi aksi unjuk rasa.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

