ZONAUTARA.com — Di tengah meningkatnya ancaman bencana alam di wilayah kepulauan, kesiapsiagaan tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas kebencanaan. Keluarga kini dituntut menjadi garda terdepan dalam menghadapi situasi darurat.
Pesan itu mengemuka dalam Sosialisasi dan Pelatihan Keluarga Tanggap Bencana Rumah Tangga yang menjadi salah satu agenda Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Provinsi Sulawesi Utara di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado, Jumat (12/6/2026).
Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Lesly J. Makainas-Sasiwu, , yang mengikuti kegiatan tersebut menilai materi kesiapsiagaan keluarga sangat relevan diterapkan di daerah kepulauan seperti Sitaro yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.
“Kami melihat pelatihan keluarga tanggap bencana ini sangat penting untuk diterapkan hingga ke tingkat desa dan rumah tangga di Sitaro. Keluarga harus mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi, erupsi gunung api, maupun bencana lainnya. Semakin siap sebuah keluarga, semakin kecil risiko yang dapat ditimbulkan,” ujar Lesly.
Menurutnya, peran PKK tidak hanya sebatas pemberdayaan keluarga dan peningkatan kesejahteraan, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
Lesly mengatakan berbagai pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut akan menjadi bahan edukasi yang dapat diteruskan kepada kader PKK di tingkat kecamatan dan desa.
“Kami berharap kader PKK dapat menjadi agen edukasi di masyarakat. Kesiapsiagaan bencana harus dimulai dari rumah, sehingga ketika situasi darurat terjadi, setiap anggota keluarga sudah memahami apa yang harus dilakukan,” katanya.
Selain pelatihan keluarga tanggap bencana, rangkaian HKG PKK ke-54 juga diisi dengan jalan sehat dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup keluarga.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita Wujudkan Indonesia Emas 2045” dan diikuti oleh seluruh Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara.

