ZONAUTARA.com – Krisis politik tampaknya mengguncang Downing Street setelah pengunduran diri mendadak John Healey, mantan Menteri Pertahanan, yang dapat memicu serangkaian peristiwa mengarah pada keruntuhan operasi Sir Keir Starmer. Pengunduran diri ini terjadi setengah jam setelah berita mengejutkan tersebar, memperlihatkan situasi yang rumit bagi pemerintah.
Pengunduran diri Healey dianggap sebagai kemunduran besar bagi Downing Street karena mengindikasikan keputusan perdana menteri yang membahayakan keamanan nasional. Seorang menteri kabinet menyatakan semua pihak merasa “terguncang” atas keluarnya Healey, sementara seorang orang dalam bercanda samar-samar: “Minggu ini sudah sangat sulit – kata-kata yang lebih kuat bisa digunakan.”
Healey, yang dikenal sebagai loyalis Partai Buruh, menjelaskan pengunduran dirinya sebagai langkah karena No 11 “tidak mau” menyediakan dana yang cukup untuk pertahanan, sementara No 10 “tidak mampu” mengimplementasikannya. Kritik pedas ini menunjuk pada kelemahan dalam otoritas kepemimpinan saat ini.
Dalam konteks yang tidak menentu, banyak anggota parlemen dari Partai Buruh mendesak perdana menteri untuk mundur, dengan setidaknya dua calon pemimpin baru siap menggantikan. Namun, catatan perdana menteri tentang keamanan dan hubungan internasional sering dijadikan alasan oleh loyalis Starmer untuk mempertahankannya di jabatan tersebut.
Masalah alokasi anggaran pertahanan turut memperumit situasi saat ini, setelah Kementerian Pertahanan memperingatkan pemerintah terkait konsekuensi dari alokasi dana yang dianggap terlalu rendah. Upaya menghubungi perdana menteri tak tertanggapi hingga Rabu malam, yang memicu keputusan Healey untuk mengundurkan diri setelah permintaannya tidak diakomodasi.
Diolah dari laporan BBC News.

