ZONAUTARA.com – Pada Minggu (14/6/2026) waktu setempat, Jepang memulai kampanye Piala Dunia mereka melawan Belanda di Arlington, dengan harapan untuk tidak hanya menjadi tim terbaik di Asia, tetapi juga mencapai prestasi yang lebih tinggi di pentas dunia. Setelah mengalami kekecewaan di turnamen sebelumnya, Jepang bertekad untuk melangkah lebih jauh dari tahap 16 besar yang menjadi batasan mereka dalam sejarah Piala Dunia.
Pada tahun 2002, Jepang merasakan sedikit kehilangan kesempatan ketika mereka menjadi tuan rumah Piala Dunia bersama Korea Selatan. Meskipun Jepang berhasil memuncaki grup mereka, mereka tersingkir setelah kalah 0-1 dari Turki di babak 16 besar, sementara Korea Selatan mampu mencapai semifinal. Perbedaan ini menjadi sorotan, terutama mengingat Korea Selatan berhasil menarik perhatian dengan pemain-pemain yang kemudian berkarir di Eropa.
Jepang, meski memiliki pemain-pemain yang bermain di liga-liga Eropa, seperti Junichi Inamoto yang sempat dipinjam Arsenal, tidak mampu meraih kesuksesan yang sama. Dalam dua dekade terakhir, baik Jepang maupun Korea Selatan telah berkontribusi pada perkembangan sepak bola Eropa, tetapi Jepang masih terjebak di tahap 16 besar dalam Piala Dunia.
Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, yang menjabat sejak 2018, mengakui bahwa pencapaian di Piala Dunia menjadi beban mental bagi tim. Dalam turnamen 2010, Jepang tersingkir melalui adu penalti melawan Paraguay setelah bermain imbang. Di Piala Dunia 2018, mereka membuang keunggulan dua gol melawan Belgia, dan pada 2022, meski mengalahkan Spanyol dan Jerman, mereka tersingkir oleh Kroasia.
Tahun ini, Jepang terlihat lebih percaya diri. Moriyasu optimis dengan peluang timnya dan berbicara tentang kemungkinan memenangkan turnamen. Jepang mencatatkan hasil sempurna dalam babak kualifikasi dengan enam kemenangan dari enam pertandingan, serta tujuh kemenangan dari sepuluh pertandingan di babak kedua, hanya kalah sekali. Ini menjadi pencapaian luar biasa mengingat tantangan yang dihadapi.
Namun, Jepang menghadapi masalah cedera menjelang turnamen. Kapten tim, Wataru Endo, mundur dari skuad, dan kehilangan Kaoru Mitoma akibat cedera hamstring menjadi pukulan berat, ditambah cedera ligamen pada Takumi Minamino. Meskipun demikian, perkembangan sepak bola Jepang menunjukkan bahwa ketidakhadiran pemain-pemain tersebut tidak dianggap sebagai akhir segalanya. Minamino tetap bersama tim untuk memberikan dukungan moral.
Dengan berbagai opsi yang tersedia, Jepang memiliki kedalaman skuad yang mengesankan. Keito Nakamura dipastikan akan beroperasi di sayap kiri, sementara Takefusa Kubo, yang telah menunjukkan bakatnya sejak bergabung dengan Barcelona, kemungkinan akan menjadi pencipta di sisi kanan. Dengan kelompok yang tersusun, Jepang siap menghadapi tantangan dari Belanda, yang meski memiliki kekuatan di lini tengah dan serangan, juga mengalami masalah cedera.
Jepang berharap dapat mencapai perempat final, dan meskipun perjalanan mereka tidak mudah, mereka optimis. Jepang pernah mengumumkan rencana untuk memenangkan Piala Dunia pada tahun 2092, kemudian memajukan target tersebut ke tahun 2050. Meskipun berbicara tentang kemenangan mungkin terasa prematur, saat ini jelas bahwa Jepang telah melampaui Korea Selatan dalam hal perkembangan sepak bola.
Sumber: The Guardian

