ZONAUTARA.com – Dalam pertandingan Piala Dunia 2026 yang berlangsung pada Jumat (15/6/2026) waktu setempat, Belanda dan Jepang bermain imbang 2-2 di Arlington. Pertandingan yang berlangsung di tengah suhu yang sangat panas itu menyajikan drama yang mendebarkan, dengan Daichi Kamada mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-88, tepat ketika Belanda terlihat akan menguasai grup yang dipenuhi tantangan ini.
Seluruh pemain Jepang yang mengenakan jersey bib langsung merayakan gol Kamada yang terdefleksi dari sebuah tendangan sudut, menimbulkan pertanyaan apakah kejutan besar sedang terjadi. Banyak pembicaraan mengenai pemain yang kelelahan, kegagalan format, dan kursi kosong (meskipun stadion penuh), namun terlihat ada hal lain yang terjadi di pertandingan pembuka ini. Mungkin, Piala Dunia kali ini benar-benar menarik.
Tim lain di Grup F, Swedia dan Tunisia, akan bertanding dalam waktu kurang dari empat jam. Setelah itu, Belanda akan menghadapi Swedia dan Tunisia akan melawan Jepang pada hari Sabtu (atau dini hari Minggu).
Pembuka Piala Dunia ini cukup menggembirakan: 31 gol tercipta dalam 10 pertandingan, dengan beberapa momen bersejarah dan banyak drama di akhir pertandingan. Gianni Infantino dianggap sebagai jenius, dan banyak yang sepakat dengan hal ini.
Dalam pertandingan tersebut, Belanda sempat unggul melalui gol Virgil van Dijk dan Crysensio Summerville, yang masing-masing mencetak gol di menit ke-1 dan ke-50. Namun, Jepang berhasil menyamakan kedudukan berkat gol dari Keito Nakamura dan Daichi Kamada. Meskipun kedua gol Jepang terdefleksi, hasil imbang ini terasa adil mengingat dominasi Jepang di babak kedua.
Di menit ke-90+5, James Humphries mengungkapkan bahwa pertandingan ini lebih atau kurang sesuai harapan, dan menghidupkan kembali semangatnya. Di menit yang sama, komentar mengenai pelatih Ronald Koeman yang beralih ke formasi lima bek sebelum kebobolan gol penyama juga menjadi sorotan.
Jepang menciptakan banyak peluang, termasuk usaha dari Junya Ito yang sayangnya gagal menjangkau bola di depan gawang. Belanda melakukan beberapa pergantian, termasuk memasukkan Memphis Depay dan Nathan Ake untuk merespons taktik Jepang yang terus beradaptasi.
Dengan penampilan yang kuat, Jepang menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang patut diperhitungkan, dan saat mereka berusaha mencetak gol, mereka tampil sangat baik. Pertandingan ini menjadi bukti bahwa meskipun ada banyak tantangan, sepak bola tetap bisa memberikan kejutan yang menghibur.
Sumber: The Guardian

