ZONAUTARA.com – Jet tempur KF-21 Boramae, hasil kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan, telah resmi mendapatkan status siap tempur pada Mei 2026. Proyek alutsista ini, yang dimulai sejak 2015, menggambarkan kolaborasi erat kedua negara di sektor pertahanan, dengan konsep gotong-royong di Indonesia dan ‘sangbu-sangjo’ di Korea Selatan.
Prototipe jet ini telah dikembangkan di Indonesia, dan enam unit di antaranya direncanakan untuk diterima oleh Indonesia setelah kesepakatan bersama dengan Korea Selatan difinalisasi pada Juni 2026. “Pada pekan ini delegasi kedua negara akan bertemu untuk pembahasan detail lebih lanjut,” kata Junhyun Jo, Direktur dan Kepala Internasional Business Development Wilayah Asia dari Korea Aerospace Industries (KAI) Ltd.
Berdasarkan kesepakatan, kontribusi keuangan Indonesia untuk proyek ini adalah 600 miliar KRW atau setara dengan Rp 7,02 triliun, yang mencakup enam prototipe KF-21. Meski terdapat penyusutan porsi kontribusi Indonesia dari sebelumnya 20% menjadi 6% pada 2025, pemerintah Korea Selatan melalui KAI telah menanggung sisa investasi tersebut.
PT Dirgantara Indonesia (PTDI) turut diharapkan dapat memasok material terkait suku cadang KF-21 sebagai bagian daripaket transfer teknologi. “Prototipe tersebut ditujukan semata-mata untuk pengujian dan validasi proses pengembangan pesawat,” ungkap Shaun Seonghee Park dari KAI.
Meski menghadapi isu komitmen transfer teknologi, proyek ini menggambarkan kemajuan signifikan dalam kemitraan pertahanan Indonesia-Korea. Namun, Indonesia sempat mempertimbangkan pembelian pesawat tempur lain yang mempengaruhi proses kemitraan ini.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

