ZONAUTARA.com – Penerbitan obligasi internasional perdana oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mendapatkan respon positif dari investor global dengan pesanan mencapai 4,6 miliar dolar Amerika Serikat (AS), atau tiga kali lipat dari target penerbitan asli. Keberhasilan ini dinyatakan oleh CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani di Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).
Rosan menyatakan bahwa minat investor yang tinggi terhadap obligasi ini menegaskan tingginya kepercayaan mereka terhadap Indonesia. “Ini adalah hasil yang sangat-sangat baik dan ini membuktikan juga bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia ini tinggi. Dan ini terbukti, dan ini real, ya,” tegas Rosan.
Menurut Rosan, investasi yang diterima melalui instrumen surat utang Danantara membuktikan bahwa banyak investor yang masih tertarik menanamkan modal di Indonesia, sekaligus mempercayai kebijakan pemerintah. Ia menambahkan, “Dan ini real, kenapa? Karena tanggal 11 kemarin kita udah signing, dan tanggal 18 [Juni 2026] dananya akan masuk ke dalam rekening Danantara.”
Kesuksesan penawaran obligasi dolar perdana Danantara juga diakui oleh Bloomberg dalam artikel berjudul ‘Danantara Sells Dollar Bond, a Win for Prabowo After Rout’. Obligasi dengan tenor 5 tahun berhasil mengumpulkan 750 juta dolar AS dengan imbal hasil 5,35 persen. Sementara itu, obligasi bertenor 10 tahun hingga 2036, meraih pendanaan sebesar 750 juta dolar dengan imbal hasil 5,95 persen.
Rosan menambahkan bahwa rendahnya tingkat imbal hasil menunjukkan kesuksesan surat utang tersebut. “Ini yang menyatakan bahwa bond kita ini memang sangat sukses, dilihat dari segi permintaannya, dilihat dari segi yield-nya (imbal hasil) yang relatif rendah,” jelas Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu.
Diolah dari laporan Tirto.id.

