ZONAUTARA.com – Pertandingan antara Spanyol dan Tanjung Verde dalam Piala Dunia 2026 berlangsung pada Senin (15/6/2026) waktu setempat. Pertandingan ini diadakan di lingkungan dalam ruangan yang dikendalikan iklim, dan saat ini memasuki waktu istirahat hidrasi setelah 23 menit berjalan.
Pada menit ke-22, Tanjung Verde mencoba membangun serangan melalui lini tengah dengan mengandalkan Jovane Cabral. Namun, saat ia memiliki kesempatan untuk menyerang, ia justru memilih untuk mundur dan Spanyol kembali menguasai bola. Situasi yang menjanjikan tersebut terbuang sia-sia akibat keputusan yang kurang tepat.
Spanyol kembali mencoba menekan di menit ke-20, tetapi Cubarsi kehilangan kesabaran dan melepaskan tembakan yang buruk dari jarak 20 yard. Sejauh ini, penjaga gawang Tanjung Verde, Vozinha, belum banyak diuji.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, jika Spanyol dapat menahan Tanjung Verde untuk sementara, pertandingan ini mungkin akan menjadi menarik. Namun, sejauh ini, Spanyol belum menunjukkan ancaman yang berarti dan terlihat kesulitan menciptakan peluang, terutama tanpa kehadiran Lamine yang membawa kecepatan dan kreativitas.
Di menit ke-17, Llorente dilanggar oleh Sidny Cabral yang kemudian mendapatkan kartu kuning. Sementara itu, Monteiro kehilangan bola dan Pedri mencoba menembak, tetapi usaha tersebut hanya mengarah langsung ke Vozinha.
Mary Waltz, seorang komentator, berpendapat bahwa Tanjung Verde ‘parkir bus’ dan ini dapat membuat pertandingan membosankan. Ia mencatat bahwa peluang Tanjung Verde untuk melaju ke fase knockout sangat tipis, tetapi satu-satunya cara bagi mereka adalah menjaga selisih gol tetap rendah.
Namun, ada pendapat lain bahwa jika Tanjung Verde dapat menahan Spanyol, format serangan melawan pertahanan ini akan menjadi menarik. Tanjung Verde berusaha mengatur pertahanan dengan formasi 4-4-2 dan mencoba untuk tidak memberikan ruang bagi Spanyol untuk menyerang.
Pada menit ke-10, Tanjung Verde menunjukkan performa yang baik dengan Spanyol yang belum mampu menciptakan peluang nyata. Tanjung Verde berusaha untuk memanfaatkan ruang yang tersedia di pertahanan Spanyol, tetapi sering kali gagal dalam menyelesaikan serangan.
Sejak awal, Spanyol telah menguasai permainan dan mencoba untuk mengatur ritme permainan, sementara Tanjung Verde berusaha keras untuk bertahan. Pertandingan ini menunjukkan ketegangan antara tim dengan penguasaan bola yang tinggi dan tim yang berusaha bertahan.
Sumber: The Guardian

