ZONAUTARA.com – Bayi yang mengalami demam setelah menjalani imunisasi sering kali membuat orangtua khawatir. Padahal, kondisi ini umumnya merupakan reaksi normal yang menandakan tubuh sedang membentuk perlindungan terhadap penyakit yang dicegah melalui vaksin.
Menurut informasi yang dilansir dari Alodokter, demam setelah imunisasi dapat muncul setelah pemberian beberapa jenis vaksin, seperti vaksin campak, DPT, dan meningitis B. Biasanya, kenaikan suhu tubuh terjadi dalam waktu sekitar 24 jam setelah vaksin diberikan dan berlangsung selama satu hingga dua hari.
Meski menimbulkan ketidaknyamanan, demam ringan pascaimunisasi tidak seharusnya menjadi alasan untuk menunda atau menghindari vaksinasi. Sebab, imunisasi memiliki peran penting dalam melindungi anak dari berbagai penyakit menular yang risikonya jauh lebih besar dibandingkan efek samping ringan.
Sebagian besar kasus demam setelah imunisasi dapat ditangani di rumah dengan langkah-langkah sederhana. Orangtua dapat membantu mempercepat pemulihan bayi dengan memastikan bayi mendapatkan cukup cairan, seperti memberikan ASI lebih sering. Selain itu, disarankan memakaikan bayi pakaian tipis dan nyaman.
Bila diperlukan, demam dapat diatasi dengan obat penurun panas seperti paracetamol, namun pemberiannya harus disesuaikan dengan usia dan berat badan bayi. Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan sebelum memberikan obat. Demam perlu mendapat perhatian lebih jika terjadi pada bayi berusia di bawah tiga bulan, suhu mencapai lebih dari 40 derajat Celsius, atau bertahan lebih dari tiga hari.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

