Houthi Serang Kilang Minyak Saudi, Memicu Kebakaran di Jazan

Kelompok Houthi menyerang kilang minyak Aramco di Jazan, Saudi, dengan pesawat nirawak, menyebabkan kebakaran.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Kelompok Houthi dari Yaman, yang diketahui bersekutu dengan Teheran, mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap sebuah kilang minyak di Arab Saudi. Serangan yang terjadi pada Minggu dini hari ini menargetkan kilang Aramco di Jazan, barat daya Arab Saudi. Serangan tersebut mengakibatkan kebakaran hebat namun berhasil dipadamkan tanpa memakan korban jiwa, demikian dilaporkan pihak Kementerian Energi Arab Saudi.

Kilang yang diserang tersebut memproses 400.000 barel minyak mentah per hari, menurut laporan The Guardian. Juru bicara militer kelompok pemberontak Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa pesawat nirawak digunakan dalam serangan ini melalui sebuah unggahan di platform X. “Kami menggunakan pesawat nirawak untuk menargetkan kilang di barat daya Arab Saudi,” ungkap Yahya Saree.

Dalam pernyataan terpisahnya, Yahya juga mengungkapkan bahwa terdapat serangan rudal dan pesawat nirawak ke kota pelabuhan Mocha di Laut Merah Yaman. Kota ini dikendalikan oleh badan yang diakui secara internasional dan didukung oleh Arab Saudi. Sementara itu, pihak Riyadh sedang menyelidiki insiden kebakaran di kilang Jazan namun tak memberikan keterangan penyebab pasti kebakaran tersebut.

Serangan ini bukan yang pertama kali dilakukan Houthi terhadap fasilitas Saudi. Kelompok yang didukung Iran ini sebelumnya juga pernah menyerang situs Aramco di Jazan dan Yanbu, pusat ekspor minyak di Laut Merah. Bulan lalu, Houthi bahkan mengumumkan blokade angkatan laut terhadap Arab Saudi di wilayah Laut Merah, sebuah langkah yang dibantah Riyadh dengan keras.

Insiden ini terjadi hanya dua hari setelah Arab Saudi menandatangani pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan, merespons ketidakstabilan regional akibat perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Ketegangan semakin meningkat setelah Iran menetapkan tuntutan baru yang berat sebelum membuka kembali Selat Hormuz, yang melibatkan penarikan militer dan kompensasi kerusakan dari AS.




Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com