FBI Gagalkan Rencana Teror di Gedung Putih yang Libatkan Trump

FBI menggagalkan rencana teror di Gedung Putih yang menargetkan acara UFC dihadiri Trump, dengan potensi korban besar.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) mengungkap telah berhasil menggagalkan rencana serangan teror yang menargetkan acara Ultimate Fighting Championship (UFC) di Gedung Putih yang dihadiri Presiden AS Donald Trump akhir pekan lalu. Aparat keamanan menilai, serangan tersebut berpotensi menimbulkan korban besar jika berhasil dijalankan.

Direktur FBI, Kash Patel, menyatakan bahwa pihaknya berhasil membongkar rencana teror tersebut pada 10 Juni, setelah melakukan operasi bersama dengan sejumlah lembaga penegak hukum lainnya. “Berkat tindakan cepat FBI, mitra kami, dan Departemen Kehakiman dalam operasi multi-negara bagian, beberapa individu kini berada dalam tahanan, dan serangan yang diduga direncanakan berhasil dihentikan,” tulis Patel melalui akun media sosial X, seperti dikutip dari RT, Rabu (17/6/2026).

Pejabat FBI mengabarkan bahwa setidaknya lima orang telah ditangkap terkait dugaan konspirasi ini. Kelompok tersebut diduga merencanakan serangan dengan menggunakan drone bermuatan bahan peledak ke lokasi pertandingan UFC di halaman White House. Setelah ledakan terjadi dan menimbulkan kepanikan, pelaku berniat menyerang kerumunan menggunakan penembak jitu. Penyidik juga menemukan indikasi bahwa kelompok tersebut berencana menerobos gerbang dan memasuki kompleks Gedung Putih di tengah kepanikan.

Patel juga menginformasikan bahwa FBI telah mengidentifikasi 23 orang terlibat dalam pembahasan “aktivitas pra-operasional” melalui percakapan di aplikasi Signal. Namun, pihaknya belum menjelaskan lebih rinci mengenai jumlah tersangka yang ditahan dan perkembangan lebih lanjut dari penyelidikan.

Acara UFC yang menjadi target dugaan serangan ini digelar sebagai bagian dari perayaan America 250 dan ulang tahun ke-80 Trump. Kegiatan tersebut telah menuai kontroversi karena penggunaan wilayah Gedung Putih untuk acara olahraga dan hiburan. Lebih dari 4.000 orang menghadiri acara ini, termasuk sekitar 1.200 personel militer aktif. Selain itu, sekitar 85.000 orang lainnya mengikuti acara nonton bareng berbayar di kawasan Ellipse, yang dilengkapi layar raksasa untuk menonton pertandingan.




Pengungkapan rencana ini menimbulkan perhatian besar terhadap keamanan acara yang melibatkan Presiden AS tersebut. FBI menegaskan, investigasi akan terus berlanjut untuk mengidentifikasi semua pihak yang terlibat dalam dugaan plot teror itu.

Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com