ZONAUTARA.com – Pada Jumat dini hari WIB, Ghana akan menghadapi Panama dalam pertandingan Piala Dunia 2026 di Toronto, Kanada. Pertandingan ini menjadi perhatian karena kedua tim memiliki sejarah yang menarik dan keduanya berambisi untuk melangkah lebih jauh di turnamen ini.
<pPengumuman lineup mengejutkan terjadi ketika kapten Panama, Anibal Godoy, tidak masuk dalam daftar pemain utama. Sementara itu, lima pemain yang diprediksi akan memulai pertandingan tidak tampil pada hari ini. Lineup awal Panama terdiri dari: Mosquera; Andrade, Cordoba, Ramos, Blackman; Rodriguez, Martinez, Harvey, Murillo; Waterman, Barcenas (kapten).Ghana, yang sebagian besar pemainnya bertanding di liga-liga besar Eropa, akan menghadapi tantangan dari tim Panama yang memiliki pemain dari berbagai negara. Empat pemain Panama bermain di Meksiko, sementara negara-negara lain di Amerika memiliki dua pemain masing-masing, termasuk Chili, Kosta Rika, Ekuador, AS, Venezuela, dan Panama sendiri. Pemain lainnya berkarir di Austria, Azerbaijan, Inggris, Honduras, Israel, Rusia, Arab Saudi, Slovakia, Turki, dan Uruguay.
Namun, Ghana menghadapi masalah unik dengan salah satu pemainnya, Thomas Partey, yang tidak diizinkan masuk ke Kanada meskipun diizinkan berada di AS. Partey, pemain tengah yang sebelumnya bermain untuk Arsenal dan kini di Villarreal, sedang menunggu persidangan di London terkait tuduhan pemerkosaan dan serangan seksual. Di sisi lain, Mohammed Kudus dan Mohammed Salisu tidak masuk dalam skuad Ghana karena cedera.
Lineup Ghana yang akan menghadapi Panama adalah: Ati-Zigi; Mensah, Adjetey, Opoku, Senaya; Yirenkyi, Owusu; Semenyo, Sulemana, Nuamah; Ayew (kapten). Antoine Semenyo, yang lahir di London, datang ke Piala Dunia setelah menjalani musim yang berat di Liga Premier. Jordan Ayew, yang telah mencetak 34 gol dalam 120 penampilan, juga mengalami penurunan performa bersama Leicester City.
Sementara itu, pertandingan ini akan berlangsung di venue terkecil di Piala Dunia ini, dengan tambahan 17.000 tempat duduk sementara. Di atas kertas, Ghana mungkin dianggap sebagai favorit, tetapi fans AS memiliki pengalaman pahit melawan Panama, yang telah mengalahkan AS dalam empat dari lima pertandingan penting terakhir antara kedua negara.
Ghana sebelumnya tersingkir oleh AS dalam dua Piala Dunia berturut-turut pada 2006 dan 2010, sebelum AS membalas dendam pada 2014. Pertandingan ini menjadi kesempatan penting bagi kedua tim untuk menunjukkan kemampuan mereka di panggung dunia. Ghana, di bawah pelatih baru Carlos Queiroz, menunjukkan peningkatan performa dalam laga persahabatan terakhirnya melawan Wales, dan berharap dapat melanjutkan tren positif tersebut.
Panama, setelah debut historis mereka di Piala Dunia 2018, bertekad untuk melangkah lebih jauh kali ini. Dengan Michael Murillo memimpin pertahanan dan Adalberto Carrasquilla sebagai penggagas serangan, Panama ingin menulis babak baru dalam sejarah sepak bola mereka. Target realistis mereka adalah lolos dari fase grup, dan pelatih Thomas Christiansen berharap timnya dapat menghindari kekalahan telak seperti yang terjadi pada 2018 oleh Inggris.
Sumber: The Guardian

