Kisah Khairuddin Jemaah Haji Kukar, menunggu 14 tahun untuk berangkat ke Tanah Suci bersama istri

Khairuddin, seorang jemaah haji asal Desa Jantur, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), akhirnya menunaikan ibadah haji pada tahun 2026 setelah menunggu antrean selama 12 hingga 14 tahun. Ia melakukan setoran awal pada akhir 2012 dan baru mendapatkan kesempatan berangkat ke Tanah Suci bersama istrinya. Selama kurang lebih 45 hari di Arab Saudi, mereka menjalani ibadah di Madinah dan Makkah, meskipun harus menghadapi tantangan suhu ekstrem yang menyebabkan beberapa jemaah mengalami flu, batuk, dan demam.

Momen kepulangan Khairuddin dan para jemaah haji asal Kukar ke tanah air berlangsung di Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman Tenggarong pada Senin, 15 Juni 2026. Kembalinya mereka tidak hanya menandai akhir perjalanan spiritual, tetapi juga membawa berbagai pengalaman berharga dari Tanah Suci. Bagi Khairuddin, perjalanan haji tahun 2026 lebih dari sekadar perjalanan ke luar negeri; itu adalah wujud dari harapan yang telah ditunggu selama bertahun-tahun.

Setelah menanti lebih dari satu dekade, Khairuddin merasa haru dan bersyukur bisa kembali ke Tenggarong dalam keadaan sehat. Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran ibadah yang dilalui. “Alhamdulillah, saya merasa sangat senang dan bersyukur bisa kembali ke tanah air dalam keadaan sehat. Pelayanan selama pelaksanaan ibadah haji juga Alhamdulillah sangat memuaskan,” tuturnya.

Khairuddin menceritakan bahwa ia mendaftar sebagai jemaah haji pada akhir tahun 2012 dan tidak tahu kapan akan berangkat. Namun, ia tetap bersabar dan mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan finansial. Penantian tersebut terbayar pada tahun 2026 ketika namanya masuk dalam daftar keberangkatan. “Saya sudah menunggu sekitar 12 hingga 14 tahun sebelum akhirnya mendapat kesempatan berangkat menunaikan ibadah haji,” jelasnya.

Bagi banyak calon jemaah, masa tunggu yang panjang bisa menjadi tantangan tersendiri. Namun, bagi Khairuddin, penantian tersebut justru membuat kesempatan berhaji terasa lebih berharga. Keberangkatan bersama sang istri menjadi kebahagiaan tersendiri, momen yang selama ini hanya menjadi harapan, kini terwujud.




Selama di Arab Saudi, Khairuddin dan rombongan mengikuti seluruh tahapan ibadah yang telah dijadwalkan. Mereka memulai perjalanan dari Kota Madinah, menghabiskan waktu sekitar sembilan hari untuk beribadah di Masjid Nabawi dan makam Nabi Muhammad SAW. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan ke Kota Makkah untuk menjalani puncak ibadah, termasuk wukuf di Arafah dan tawaf di Masjidil Haram.

Total waktu yang dihabiskan di Arab Saudi mencapai sekitar 45 hari. “Secara keseluruhan, kurang lebih 45 hari kami menjalani rangkaian ibadah haji 2026 di Tanah Suci,” ujarnya. Selama perjalanan, mereka mendapatkan banyak pengalaman berharga, mulai dari suasana spiritual yang mendalam hingga interaksi dengan jemaah dari berbagai negara.

Meski ibadah berjalan lancar, Khairuddin mengakui tantangan cuaca menjadi hal yang dirasakan oleh para jemaah Indonesia. Perbedaan iklim antara Indonesia yang tropis dan Arab Saudi yang gurun membuat beberapa jemaah mengalami gangguan kesehatan ringan. “Banyak jemaah yang mengalami flu, batuk, atau demam akibat perubahan suhu tersebut. Namun itu merupakan hal yang umum terjadi dan masih bisa diatasi,” katanya.

Khairuddin juga memberikan penilaian positif terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Ia menilai pelayanan yang diberikan pemerintah kepada jemaah cukup baik, mulai dari konsumsi, akomodasi, hingga fasilitas pendukung lainnya. “Persiapannya sangat baik, dan pelayanan yang diberikan pemerintah sudah luar biasa,” ungkapnya.

Meski demikian, Khairuddin juga memberikan masukan terkait variasi menu makanan selama di Tanah Suci. Ia mengakui bahwa kualitas makanan yang disediakan sudah baik, tetapi jenis menu yang sama dan berulang membuat sebagian jemaah merasa jenuh. “Secara umum pelaksanaan haji tahun ini sudah berjalan dengan baik. Hanya saja, mungkin ada sedikit masukan terkait variasi menu makanan,” tuturnya. Ia menekankan bahwa pelayanan dari pemerintah patut diapresiasi.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com