Tanker Minyak Iran Lolos dari Blokade Militer AS

Tiga tanker minyak Iran berhasil melewati blokade militer AS di Teluk Oman, meski blokade dipastikan berlaku hingga Jumat.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: BBC News

ZONAUTARA.com – Tiga tanker minyak Iran yang sarat dengan minyak mentah telah berhasil melewati garis blokade militer Amerika Serikat di Teluk Oman, berdasarkan data pelacakan kapal. Dua di antara kapal tersebut menyiarkan lokasi mereka saat melintasi area tersebut, sementara satu kapal lainnya tampak mengaktifkan pelacak lokasinya tepat setelah melewati garis blokade.

Meskipun Presiden Donald Trump pada hari Minggu mengumumkan “pencabutan segera” blokade pelabuhan Iran, pasukan Angkatan Laut AS kemudian mengonfirmasi bahwa blokade tersebut akan tetap berlaku hingga kesepakatan dengan Iran ditandatangani. Kesepakatan ini diperkirakan akan diumumkan di Swiss pada hari Jumat.

“Ini adalah tanda bahwa Iran yakin blokade telah berakhir, meskipun AS bersikeras akan tetap berlaku hingga Jumat,” kata Michelle Wiese Bockman, analis senior di Windward Maritime Intelligence, kepada BBC Verify.

Kapal-kapal tersebut, yaitu Diona, Hero II, dan Sonia I, semuanya berbendera Iran dan dimiliki oleh National Iranian Tanker Company yang telah dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS, begitu juga dengan kapal-kapalnya.

Data dari MarineTraffic menunjukkan Hero II dan Sonia I meninggalkan pelabuhan Chabahar di Iran pada hari Selasa, dan berlayar melewati garis blokade AS menuju Laut Arab pada dini hari Rabu pagi. Diona mulai menyiarkan lokasinya tepat setelah melewati garis blokade AS, yang membentang dari ujung timur Oman hingga ke pesisir Iran.




Menurut perusahaan intelijen maritim Windward, ini adalah pertama kalinya kapal-kapal Iran tersebut menyiarkan lokasi mereka sejak Maret, dan jika berhasil mencapai tujuan, akan menjadi ekspor minyak pertama Iran dalam dua bulan terakhir, menurut TankerTrackers.com.

Kapal-kapal tersebut membawa total gabungan 3,8 juta barel minyak mentah. Mereka saat ini tidak menyiarkan tujuan akhir mereka.

Blokade AS telah menurunkan ekspor minyak mentah Iran ke jumlah terendah dalam enam tahun, yaitu 260.000 barel per hari pada bulan Mei, kurang dari seperlima dari rata-rata 2025 yang sebanyak 1,67 juta barel per hari, data dari Kpler menunjukkan.

Departemen Pertahanan AS sebelumnya menyatakan bahwa penegakan blokade dapat dilakukan di luar kawasan Teluk, dan BBC Verify sebelumnya melaporkan pasukan Amerika mencegat kapal-kapal yang terkait dengan Iran di Samudera Hindia, ribuan mil dari Teluk.

Selain itu, tanker minyak mentah lain yang dimiliki oleh NITC, Stream, berhenti menyiarkan lokasinya tepat sebelum melewati garis blokade AS dan tampaknya bergerak menuju Iran. Tanker kosong tersebut telah berlayar di lepas pelabuhan Karachi di Pakistan sejak 8 Mei, berdasarkan data pelacakan kapal.

Sejak pengumuman kesepakatan AS dengan Iran, “tanker-tanker dan kapal-kapal kargo yang terkait dengan Iran menjadi semakin aktif secara global,” menurut grup kampanye dan pemantau United Against Nuclear Iran (UANI).

Dua tanker minyak mentah lainnya milik National Iranian Tanker Company juga mulai menyiarkan posisi mereka di Selat Malaka antara Malaysia dan Indonesia pada hari Selasa. Kedua tanker tersebut, Dan dan Sinopa, tidak terlihat di platform pelacakan kapal yang tersedia untuk umum sejak awal April dan kini tampaknya berlayar menuju Iran.

“Iran tidak membuang waktu untuk mengaktifkan kembali tanker-tankernya,” kata Bockman.

Pelaporan tambahan dilakukan oleh Barbara Metzler.

Diolah dari laporan BBC News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com